DONGGALA, KABAR SULTENG – Anak-anak di Dusun 7 Bontopangi, Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, terpaksa mempertaruhkan keselamatan mereka demi mengenyam pendidikan.
Sejak jembatan utama di wilayah tersebut putus, mereka nekat menyeberangi sungai yang dikenal sebagai habitat buaya untuk bisa sampai ke SDN 10 Sojol.
Kondisi ini memicu keprihatinan warga setempat.
Putusnya jembatan membuat akses utama menuju sekolah terisolasi.
Baca juga: Tujuh Tahun Terkatung-katung di Huntara
Tanpa adanya jembatan penghubung, warga tidak memiliki pilihan selain menggunakan rakit kecil untuk menyeberangi sungai setiap hari.
Yang membuat situasi semakin mengkhawatirkan, sungai tersebut diketahui menjadi habitat buaya.
Warga mengaku sudah beberapa kali melihat kemunculan buaya di sekitar lokasi penyeberangan.
“Semenjak jembatan putus, anak-anak kami harus melewati rakit kecil ini untuk ke sekolah. Yang lebih menakutkan lagi, sungai ini ada buayanya. Tapi ini satu-satunya jalan yang bisa ditempuh,” ujar Risman Yunus, warga asli Dusun 7 Bontopangi.
Menurut Risman, sebenarnya terdapat jalur darat alternatif. Namun, akses tersebut mengharuskan warga memutar sejauh kurang lebih 7 kilometer dan hanya bisa dilalui kendaraan bermotor.
“Kalau mau lewat jalur darat bisa, tapi harus melingkar jauh dan butuh motor. Tidak semua orang punya kendaraan, jadi anak-anak tetap pilih naik rakit, walaupun berisiko,” jelasnya.
Situasi ini tidak hanya menghambat akses pendidikan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan mobilitas warga secara keseluruhan.
Jembatan yang putus membuat distribusi hasil kebun serta kebutuhan pokok ikut terganggu.
Masyarakat kini mendesak Pemerintah Kabupaten Donggala dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk segera mengambil langkah konkret.
Mereka berharap perbaikan jembatan menjadi prioritas mendesak agar anak-anak tidak lagi harus menyeberangi sungai berbuaya demi bisa sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu perhatian serius dari pemerintah agar akses yang layak dan aman segera terwujud bagi anak-anak Dusun Bontopangi.***





