Jasa Raharja Perkuat Edukasi Keselamatan Berbasis Domisili Korban di 156 Kecamatan

Jasa Raharja Perkuat Edukasi Keselamatan Berbasis Domisili Korban di 156 Kecamatan
Jasa Raharja Perkuat Edukasi Keselamatan Berbasis Domisili Korban di 156 Kecamatan

KABAR SULTENG – Jasa Raharja Perkuat Edukasi Keselamatan melalui pendekatan berbasis komunitas dengan menggandeng aparatur kecamatan dan desa di berbagai daerah.

Melalui kampanye keselamatan yang dilaksanakan serentak di 52 loket pelayanan, Jasa Raharja mendorong terbentuknya agen keselamatan di tingkat akar rumput untuk memperkuat budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.

Program “Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban melalui Pemberdayaan Aparatur Kecamatan dan Desa” ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan bertema “Keselamatan untuk Indonesia Maju”.

Inisiatif tersebut dirancang untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui strategi keselamatan transportasi berbasis domisili korban, yang dinilai lebih tepat sasaran dibanding hanya berfokus pada 10 titik rawan kecelakaan nasional.

Baca Juga: Jasa Raharja Dukung Pengembangan SDM Muda Melalui Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi

Selama ini, banyak program keselamatan menitikberatkan penanganan lokasi rawan kecelakaan.

Namun dominasi faktor human error menunjukkan pentingnya pendekatan komprehensif yang melibatkan komunitas secara langsung.

Aparatur kecamatan dan desa dipandang memiliki peran strategis sebagai Agen Keselamatan Transportasi karena kedekatan sosial dan pemahaman mereka terhadap karakteristik wilayah.

Mereka dapat melakukan edukasi, pengawasan, dan pendampingan secara intensif serta berkelanjutan.

Pendekatan socio engineering ini juga dinilai mampu menciptakan multiplier effect, di mana satu aparatur dapat menjangkau ratusan warga.

Plt. Direktur Utama Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menegaskan bahwa langkah ini merupakan aksi nyata perusahaan untuk terus melayani sepenuh hati dan menghadirkan kampanye keselamatan yang berdampak.

“Kami ingin memastikan program keselamatan berjalan dari tingkat komunitas, dipimpin oleh figur yang dihormati masyarakat setempat. Pendekatan berbasis domisili korban membantu kami melihat pola risiko secara lebih jelas sehingga intervensi dapat diberikan di tempat yang paling membutuhkan,” ujar Dewi.

Program ini difokuskan pada tiga kecamatan dengan tingkat kecelakaan tertinggi di 10 wilayah pareto nasional: Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatra Utara, DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Banten, Sumatra Barat, dan Sumatra Selatan.

Total terdapat 156 kecamatan sasaran dengan estimasi 10.920 aparatur kecamatan dan desa yang akan berperan sebagai Agen Keselamatan Transportasi.

Kegiatan berlangsung sejak November hingga Desember 2025 dan menghadirkan narasumber dari kepolisian, Jasa Raharja, serta pakar keselamatan transportasi.

Baca Juga: Tabrakan Beruntun di Tol Cipali Purwakarta, Jasa Raharja Pastikan Hak Seluruh Korban

Setiap sesi kampanye keselamatan mencakup empat tahapan utama.

Pertama, Sosialisasi data oleh Jasa Raharja untuk meningkatkan kesadaran akan risiko kecelakaan.

Kedua, Edukasi solusi oleh kepolisian, Jasa Raharja, dan para ahli keselamatan.

Ketiga, Diskusi interaktif untuk menghasilkan ide konkret di wilayah masing-masing.

Keempat, Deklarasi komitmen sebagai penguatan moral para aparatur dalam menjalankan peran sebagai agen keselamatan.

Dewi menambahkan bahwa pemahaman terhadap pola risiko dan kondisi sosial wilayah menjadi dasar penting untuk merancang intervensi keselamatan.

“Pendekatan keselamatan harus berangkat dari pemahaman yang utuh tentang pola risiko dan kondisi sosial masyarakat. Karena itu, keterlibatan aparatur kecamatan dan desa menjadi kunci agar pesan keselamatan tidak hanya disampaikan, tetapi benar-benar dihidupi oleh warga,” tuturnya.

Dengan pendekatan berbasis domisili korban dan pemberdayaan aparatur lokal, program ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem keselamatan yang langsung menyasar perilaku masyarakat.

Jasa Raharja menargetkan peningkatan pemahaman peserta, pelaksanaan rencana aksi berkelanjutan, serta penurunan angka kecelakaan di wilayah prioritas.

Melalui kolaborasi intensif dengan pemangku kepentingan daerah, Jasa Raharja Perkuat Edukasi Keselamatan untuk mendorong transformasi budaya keselamatan yang berdampak nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia. ***

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait