PALU, KABAR SULTENG – Anggota DPRD Palu, Erman Lakuana, menggelar kunjungan kerja daerah pemilihan (kundapil) di Talise Valangguni, Mantikulore, Jumat (28/11/2025). Dalam agenda itu, Erman merespons dua masalah utama yang tengah menjadi sorotan publik.
“Saat ini, Pemerintah Kota Palu berupaya merealisasikan pembiayaan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu, bahkan termasuk PPPK paruh waktu. Sebagai anggota DPRD, tentu saya rela walaupun anggaran pokok-pokok pikiran dipangkas untuk itu,” ungkap Erman.
Erman menyebut, pemotongan anggaran pokir DPRD Palu 2024-2029 untuk tahun 2026 hampir 50%. Imbasnya, beberapa program DPRD nantinya bakal berkurang dari sisi volume pekerjaan.
“Tetapi paling tidak dari efisiensi itu, pelayanan publik diharapkan dapat berjalan optimal karena PPPK inilah yang nantinya menjadi ujung tombaknya,” imbuhnya.
Selain soal PPPK, lanjut anggota Komisi C DPRD Palu ini, pada 2026 Kota Palu juga diperhadapkan dengan situasi pengurangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“APBD 2026 kemungkinan besar mengalami defisit. Jika tahun ini, nominalnya Rp1,8 triliun, diperkirakan tahun depan berkisar Rp1,6 triliun,” terang legislator dapil Palu Timur-Mantikulore ini.
Penyusutan tersebut, sambung Erman, dikarenakan adanya kebijakan efisiensi pemerintah pusat terkait penganggaran pada klaster Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).
Baca juga: BKPSDM Kota Palu Didesak Klarifikasi Temuan 1.171 Honorer Tak Diusulkan ke KemenPAN-RB
Erman juga menjelaskan bahwa saat ini Pemkot Palu berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi, banyak program untuk publik tengah gencar dilakukan, tetapi di sisi lainnya justru mendapat kebijakan semacam ini.
“Pemerintah daerah itu diminta menggenjot sumber-sumber pengganggaran lain, misalanya terkait realisasi pajak maupun retribusi. Tetapi, hal itu tidak mungkin terlalu dibebankan kepada masyarakat,” ujarnya kepada warga Talise Valangguni.
Terkait kondisi itu, Erman meminta agar warga menyikapi secara bijaksana andaikan di masa mendatang, banyak aspirasi maupun pokok pikiran yang terbatas untuk diwujudkan.
“Kami di DPRD Palu terbuka atas kritikan dari masyarakat supaya tetap ada kontrol publik. Agar kami juga tak seenaknya menjalankan tugas dan tanggung jawab yang tidak berpihak kepada rakyat,” tegas politisi Partai Golkar itu.
Perlu diketahui, Anggota DPRD Palu 2024-2029, Erman Lakuana, menggelar kundapil di wilayah Kota Palu 1, meliputi Palu Timur dan Mantikulore, dengan memusatkan titik di Talise dan Talise Valangguni.
Agenda resmi DPRD Palu di masa persidangan caturwulan III ini merupakan kali kedua sepanjang tahun 2025.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





