BUOL, KABAR SULTENG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol mencatat sebanyak 77 kepala keluarga (KK) dan 82 bangunan terdampak akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,4 yang mengguncang wilayah tersebut pada Minggu (12/7/2026) pukul 21.46 WITA.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buol, Moh. Kachfi Mardjuni, mengatakan data tersebut merupakan hasil asesmen sementara Tim Reaksi Cepat (TRC) di lapangan. Puluhan bangunan di Buol akibat ini mengalami kerusakan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,4 dengan kategori ringan, sedang, hingga berat.
“Sebanyak 82 bangunan yang terdampak terdiri atas rumah warga, perkantoran termasuk kantor Inspektorat Buol, Dinas Perikanan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pusat perbelanjaan, serta dua rumah ibadah,” kata Kachfi, Senin (13/7/2026).
Baca juga: Gempa M5,4 Guncang Buol, Tak Berpotensi Tsunami
Kachfi menjelaskan, asesment sementara dampak gempa terkonsentrasi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Karamat yang meliputi Desa Mokupo dan Desa Mendaan, serta Kecamatan Biau. Di Kecamatan Biau, seluruh tujuh kelurahan terdampak gempa.
“Total sementara tercatat 77 kepala keluarga dan 82 bangunan terdampak di dua kecamatan tersebut,” ujarnya.
Selain menimbulkan kerusakan, gempa juga mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka ringan.
Ia menjelaskan, korban meninggal merupakan pasien yang dibawa keluar dari RSUD Mokoyurli oleh keluarganya saat gempa terjadi.
Karena panik, keluarga korban melepas alat bantu oksigen dan membawa pasien menggunakan sepeda motor menuju Kantor Bupati tanpa didampingi tim medis.
“Keluarganya melepas O2 karena panik dan membawa korban menggunakan motor ke Kantor Bupati tanpa pengawalan tim medis,” ungkapnya.
Sementara itu, dua korban luka ringan telah mendapatkan perawatan di RSUD Mokoyurli. Kondisi di Kabupaten Buol kini berangsur normal dan warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat 37 kilometer timur laut Buol, tepatnya pada koordinat 1,31 Lintang Utara dan 121,38 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Saat gempa terjadi, warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
BPBD dan BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mengacu pada informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





