Jaksa Turun ke Lahan, Kajati Sulteng Dorong Swasembada Pangan dari Parimo

Jaksa Turun ke Lahan, Kajati Sulteng Dorong Swasembada Pangan dari Parimo
Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah ikut turun ke sektor pertanian. Kepala Kejaksaan Tinggi setempat, Zullikar Tanjung, memimpin panen jagung seluas 5 hektare di Parigi Moutong (Parimo), Senin, (15/6/2026).

PARIMO, KABAR SULTENG – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah ikut turun ke sektor pertanian. Kepala Kejaksaan Tinggi setempat, Zullikar Tanjung, memimpin panen jagung seluas 5 hektare di Parigi Moutong (Parimo), Senin, (15/6/2026).

Langkah ini diklaim sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

Bacaan Lainnya

Zullikar menegaskan, ketahanan pangan bukan semata urusan kementerian teknis.

“Kami juga punya tanggung jawab. Ketahanan pangan harus dijaga bersama, lewat kolaborasi petani dan pemerintah daerah,” ujarnya di lokasi panen.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program Jaksa Mandiri Pangan dan Desa Mandiri Pangan. Penanaman jagung dilakukan pada Februari lalu. Kini, hasilnya mulai dipanen.

Baca Juga: Bekas Anggota DPRD Sidrap Diduga jadi Pemodal Peti Tombi, Polda Sulteng Diminta Turun Tangan

Bagi Zullikar, program ini tak sekadar soal produksi. Ia menekankan aspek sosial yang dibangun. “Ada gotong royong, ada kebersamaan. Itu yang ingin diperkuat,” kata dia.

Namun, di balik itu, persoalan mendasar tetap mengemuka, yakni kebutuhan memperluas lahan dan menjaga kesinambungan program.

Zullikar berharap pemerintah daerah terus bergerak. “Program ini harus berlanjut. Perlu dukungan Pemda, terutama untuk perluasan lahan,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parimo, Sofiana, menyebut lahan 5 hektare tersebut ditanami jagung varietas NK 212 Sakti. Hasil ubinan menunjukkan potensi produksi 10 hingga 12 ton jagung pipilan kering per hektare.

“Ini angka yang baik,” kata Sofiana.

Ia menambahkan, harga jagung kering saat ini berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram. Kondisi itu dinilai menguntungkan petani.

Meski begitu, keberlanjutan program masih bergantung pada konsistensi dukungan lintas sektor. Tanpa itu, target swasembada pangan berisiko hanya menjadi jargon. (**)

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait