PALU, KABAR SULTENG – Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sulawesi Tengah (Sulteng) Syaifullah Djafar akhirnya angkat bicara terkait pencabutan status Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) IX Tahun 2027.
Ia menegaskan KORMI Sulteng tidak pernah mengajukan permintaan untuk mundur sebagai tuan rumah. Menurutnya, organisasi yang dipimpinnya hanya menyampaikan laporan perkembangan persiapan kepada KORMI Nasional sesuai kondisi yang terjadi di lapangan.
“Kami tidak ingin terjebak mencari siapa yang salah. Yang ingin kami jelaskan adalah apa saja yang sudah dilakukan KORMI Sulteng sejak awal hingga keluarnya keputusan KORMI Nasional,” ujar Syaifullah Djafar, Sabtu (1/8/2027).
Baca juga: Sulteng Batal Jadi Tuan Rumah FORNAS IX 2027, KORMI Nasional Beberkan Penyebabnya
Ia mengatakan, sejak Sulawesi Tengah ditunjuk sebagai tuan rumah, tanggung jawab KORMI Sulteng tidak lagi sebatas memperjuangkan kepentingan daerah, tetapi juga memastikan FORNAS dapat terselenggara dengan baik sebagai agenda nasional.
“Saat Sulawesi Tengah ditetapkan sebagai tuan rumah, saya tidak lagi hanya bertanggung jawab kepada Sulawesi Tengah, tetapi juga kepada seluruh KORMI provinsi dan Inorga di Indonesia. Saya harus memastikan FORNAS dapat terselenggara dengan baik,” katanya.
Karena itu, ia menilai anggapan bahwa KORMI Sulawesi Tengah tidak berpihak kepada daerah merupakan penilaian yang tidak tepat. Menurutnya, keberhasilan FORNAS menjadi tanggung jawab bersama.
Ketua KORMI Sulteng menjelaskan, dirinya bersama jajaran pengurus dilantik pada 29 Juni 2025. Tak lama berselang, KORMI Nasional membuka pendaftaran calon tuan rumah FORNAS dan Sulawesi Tengah resmi mengajukan diri pada 7 Juli 2025.





