Pemkab Donggala Bina Generasi Muda Lewat Program Satu Desa Satu Tahfiz Al-Qur’an

Pemkab Donggala Bina Generasi Muda Lewat Program Satu Desa Satu Tahfiz Al-Qur’an
Pemkab Donggala terus mengembangkan Program Pembinaan Tahfiz Al-Qur’an melalui inovasi Tahfizh On The Go. (Ist)

DONGGALA, KABAR SULTENG – Pemkab Donggala terus mengembangkan Program Pembinaan Tahfiz Al-Qur’an melalui inovasi Tahfizh On The Go.

Program ini menyasar anak dan remaja di sejumlah wilayah sebagai bagian dari pembinaan keagamaan sekaligus upaya memperkuat karakter generasi muda.

Pada 2025, sebanyak 44 anak dari sejumlah kecamatan dan desa di Donggala dinyatakan lolos seleksi administrasi dan uji kompetensi untuk mengikuti program tersebut.

Tak mencetak penghafal Al-Qur’an. Pemkab Donggala juga menempatkan program ini sebagai salah satu langkah untuk mencegah kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, pernikahan dini, serta berbagai persoalan sosial yang terjadi di kalangan anak dan remaja.

Baca juga: Anggota DPRD Tolitoli Adukan Bank Sulteng ke OJK, Persoalkan Blokir Rp500 Juta dan Bunga Kredit

Selain itu, program ini ditujukan untuk menyiapkan qari dan qariah yang nantinya dapat mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) serta Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH), mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten hingga provinsi.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Donggala, Yusuf Lamakampali, mengatakan persoalan sosial yang melibatkan remaja di daerah tersebut perlu mendapat perhatian serius.

Menurut Yusuf, sepanjang 2021 hingga 2024 terjadi peningkatan kasus kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba dan pernikahan dini.

“Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan pembinaan remaja melalui pendidikan dan kegiatan berbasis nilai keagamaan,” ujar Yusuf di Donggala, Kamis (23/10/2025).

Program Satu Desa Satu Tahfiz Al-Qur’an melalui Tahfizh On The Go merupakan langkah Pemkab Donggala untuk memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Donggala, Salmiati, mengatakan program tersebut menargetkan setiap desa memiliki sedikitnya satu tahfiz yang dapat membina anak-anak di lingkungan sekitarnya.

“Program ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang religius, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing. Selain itu, program ini juga mendukung terwujudnya Desa Bersinar atau Desa Bersih Narkoba,” jelas Salmiati.

Menurutnya, pelaksanaan Tahfizh On The Go saat ini masih berjalan di tingkat desa. Program tersebut direncanakan diluncurkan oleh Bupati Donggala.

Untuk keberlanjutan program ini, Pemkab Donggala sementara menyiapkan regulasi, baik dalam bentuk Peraturan Bupati maupun Surat Keputusan, sebagai pedoman pelaksanaan program.

“Dukungan regulasi diperlukan agar program berjalan lebih terarah, memiliki kepastian dan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan,” kata Salmiati.

Program Tahfizh On The Go merupakan bagian dari Aksi Perubahan yang dilakukan peserta Pendidikan dan Pelatihan Administrator (PKA), sekaligus ditempatkan dalam kerangka Reformasi Birokrasi Tematik.

Melalui program tersebut, Pemkab Donggala berharap pendidikan berbasis nilai religius dapat menjangkau lebih banyak anak, termasuk di wilayah pedesaan.

Pembinaan itu diharapkan tidak hanya menghasilkan penghafal Al-Qur’an, tetapi juga generasi muda yang memiliki karakter, akhlak dan daya saing.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait