NIK Penerima Bansos di Parimo Terdeteksi Judol, Dinsos Lakukan Verifikasi

NIK Penerima Bansos di Parimo Terdeteksi Judol, Dinsos Lakukan Verifikasi
Warga penerima bantuan sosial melakukan pencairan bantuan di Kantor Pos Parigi, Kabupaten Parigi Moutong. (Foto: Amirullah)

PARIMO, KABAR SULTENG – Sejumlah Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, yang masuk dalam pendataan penerima Bantuan Sosial (Bansos), terdeteksi memiliki aktivitas judi online (judol) dalam aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).

Temuan tersebut berasal dari data keluarga di berbagai wilayah di Kabupaten Parimo. Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Sosial karena sebagian warga yang NIK-nya terdeteksi mengaku tidak pernah melakukan aktivitas judol.

Bacaan Lainnya

Kabid Pengelola Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Informasi Dinas Sosial Parimo, Ayub Ansyari, mengatakan data NIK yang terdeteksi judol muncul langsung dalam aplikasi SIKS-NG.

Baca juga: Kepergok Polisi, Pria di Mepanga Buang Sabu ke Pekarangan Warga

“Memang banyak terdapat data maupun NIK keluarga dari berbagai wilayah yang terdeteksi judol langsung ditampilkan pada aplikasi SIKS-NG,” kata Ayub, Senin (7/9/2026).

Menurut dia, temuan tersebut dapat berdampak terhadap proses pendataan warga yang masih memenuhi kriteria sebagai penerima Bansos. Status NIK yang terdeteksi judol dapat membuat data warga menjadi bermasalah dalam proses pendataan.

“Ini yang kemudian berdampak kepada warga yang seharusnya menjadi penerima bantuan, padahal pemilik NIK tidak pernah bermain judol,” ujarnya.

Ayub menegaskan, status terdeteksi judol tidak semestinya menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan kelayakan seseorang menerima Bansos. Karena itu, Dinsos bersama pemerintah desa dan kelurahan melakukan verifikasi terhadap warga yang datanya terdeteksi.

Verifikasi dilakukan dengan memeriksa kondisi sosial ekonomi warga. Aspek yang dilihat meliputi pekerjaan, tempat tinggal, kondisi ekonomi, hingga anggota keluarga.

Baca juga: Warga Baliara Parimo Tolak Galian C, Tenda Penambang Sirtu Dibakar

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data yang masuk dalam pendataan Bansos sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan tetap dapat terdata,” kata Ayub.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait