PARIMO, KABAR SULTENG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mencatat 16 kejadian bencana sepanjang Agustus 2026.
Data infografis BPBD Parimo menunjukkan, banjir menjadi bencana paling dominan dengan enam kejadian. Selanjutnya, kebakaran bangunan tiga kejadian, kekeringan tiga kejadian, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dua kejadian, serta masing-masing satu kejadian gempa bumi dan pohon tumbang.
Bencana banjir tercatat terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Kasimbar, Torue dan Parigi Utara. Kasimbar menjadi salah satu wilayah dengan kejadian terbanyak, termasuk banjir yang melanda Desa Laemanta, Desa Kasimbar, Desa Kasimbar Selatan, Desa Labuan Donggulu, Desa Peningka dan Desa Laemanta Utara pada 28 Agustus 2026.
Baca juga: Polres Parimo Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Avolua
Kejadian bencana juga tersebar di Kecamatan Mepanga, Sidoan, Tomini, Tinombo Selatan, Ongka Malino, Bolano Lambunu, Bolano, Sausu dan Parigi.
Di Kecamatan Sidoan, BPBD mencatat satu kejadian gempa bumi pada 15 Agustus. Sementara itu, Karhutla terjadi di Desa Santigi Kecamatan Ongka Malino pada 19 Agustus, dan di Desa Bolano Barat Kecamatan Bolano pada 25 Agustus.
Kekeringan tercatat di Desa Sumber Agung Kecamatan Mepanga, di Desa Dambesia Kecamatan Tomini, Desa Persatuan Sejati Kecamatan Ongka Malino, serta Desa Anutapura Kecamatan Bolano Lambunu.
Selain bencana hidrometeorologi, BPBD juga mencatat tiga kebakaran bangunan dan satu kejadian pohon tumbang di Kelurahan Kampal Kecamatan Parigi, pada 26 Agustus.
Baca juga: 9.100 Titik Panas Terdeteksi di Sulteng, 13 KPH Dikerahkan Cegah Karhutla
Data tersebut menunjukkan banjir masih menjadi ancaman utama di Parimo, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi ini berpotensi mengganggu permukiman, akses transportasi, dan aktivitas masyarakat.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik diĀ sini





