PALU, KABAR SULTENG – Sebanyak 6.629 unit rumah layak huni terealisasi di Sulawesi Tengah (Sulteng) sepanjang 2025.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Provinsi Sulteng, Akris Fatta Yunus, mengatakan realisasi tersebut mencakup pembangunan baru (PB) dan peningkatan kualitas (PK) rumah masyarakat.
Program rumah layak huni ini merupakan bagian dari Berani Sejahtera, salah satu program Gubernur Sulteng Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido.
“Program ini menyasar masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1, 2, 3 dan 4, khususnya melalui intervensi pembangunan maupun peningkatan kualitas rumah agar memenuhi standar layak huni,” ujar Akris, Kamis (10/9/2026).
Baca juga: Ribuan Hektare Sawah di Balinggi Kekeringan, Imbas Penyusutan Sungai Sausu
Akris mengatakan, program penyediaan rumah layak huni tersebut tersebar di 13 kabupaten/kota di Sulteng.
“Pelaksanaannya melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pihak swasta melalui CSR/NGO, hingga pengembang,” ungkapnya.
Berdasarkan data realisasi penyediaan rumah layak huni Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2025, dari total 6.629 unit rumah yang terealisasi, sebanyak 5.187 unit merupakan pembangunan baru. Sementara 1.442 unit lainnya berupa peningkatan kualitas rumah.
Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan realisasi rumah layak huni terbanyak, yakni mencapai 3.150 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 3.018 unit pembangunan baru dan 132 unit peningkatan kualitas.
Selanjutnya, Kota Palu mencatat realisasi sebanyak 2.025 unit, terdiri dari 1.714 unit pembangunan baru dan 311 unit peningkatan kualitas.
Sementara itu, realisasi di daerah lainnya meliputi Kabupaten Donggala sebanyak 269 unit, Banggai 230 unit, Banggai Laut 182 unit, Tojo Una-Una 176 unit, Parigi Moutong 159 unit, Poso 121 unit, Morowali Utara 117 unit, Morowali 98 unit, Buol 48 unit, Tolitoli 46 unit, dan Banggai Kepulauan 8 unit.
Akris menegaskan, dari sisi sumber dukungan, pengembang menjadi penyumbang terbesar dalam penyediaan rumah layak huni pada 2025, dengan realisasi mencapai 5.048 unit.
Kemudian, APBD kabupaten/kota berkontribusi 811 unit, APBD Provinsi melalui Dinas Perkim sebanyak 505 unit, APBD Provinsi melalui Dinas Sosial 143 unit, APBN 90 unit, serta CSR/NGO sebanyak 32 unit.
Khusus kontribusi APBD Provinsi melalui Dinas Perkim, sebanyak 48 unit direalisasikan dalam bentuk pembangunan baru dan 457 unit melalui peningkatan kualitas.
Sedangkan kontribusi APBD kabupaten/kota mencakup 91 unit pembangunan baru dan 720 unit peningkatan kualitas.
Menurut Akris, capaian tersebut menunjukkan adanya kolaborasi berbagai pihak dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat di Sulawesi Tengah.
Peran pengembang, kata dia, menjadi bagian penting karena mendominasi dukungan terhadap penyediaan rumah layak huni sepanjang 2025.
“Program penyediaan rumah layak huni tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Tengah,” ujarnya.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





