PARIMO, KABAR SULTENG – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 6,2 mengguncang wilayah Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Sabtu (15/8/2026) malam. Gempa terjadi sekitar pukul 23.25.19 WIB.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, menyampaikan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa berada pada kedalaman 60 kilometer.
Episenter gempa berada di koordinat 0,26° LU dan 120,25° BT, tepatnya di laut sekitar 71 kilometer barat daya Parigi Moutong.
“Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami,” ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, dalam laporan tertulisnya.
Baca juga: Gempa M6,2 Guncang Parigi Moutong, Terasa hingga Kota Palu
Dengan melihat lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG menyebut gempa ini merupakan gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik (oblique thrust fault).
Gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan tingkat guncangan berbeda. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), intensitas gempa tercatat sebagai berikut:
V MMI dirasakan di Tinombo, Parigi Moutong, dan Dampelas, Donggala. Pada skala ini, getaran dirasakan hampir oleh semua penduduk dan membuat banyak orang terbangun.
IV MMI dirasakan di Kota Parigi, Kota Donggala, Kota Tolitoli, dan Kota Palu. Getaran pada skala ini dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.
III MMI dirasakan di Kota Sigi Biromaru. Getaran terasa nyata di dalam rumah dan dirasakan seperti truk sedang melintas.
Hingga pukul 23.30.00 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG masih terus memantau aktivitas kegempaan dan akan menyampaikan informasi terbaru kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat gempa untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
BMKG mengingatkan masyarakat agar memastikan informasi terkait gempa diperoleh dari kanal resmi.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





