Keluar dari NasDem, Nugi Ungkap Respons Nilam Sari hingga Singgung Pengorbanan Ahmad Ali

Keluar dari NasDem, Nugi Ungkap Respons Nilam Sari hingga Singgung Pengorbanan Ahmad Ali
Moh. Anugrah Pratama mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai NasDem saat konferensi pers di Palu, Selasa (29/9/2026). (Foto:Ajir/kabarsulteng.id)

PALU, KABAR SULTENG – Moh Anugrah Pratama mengungkapkan telah berpamitan kepada ibunya, Nilam Sari Lawira, sebelum memutuskan keluar dari Partai NasDem.

Anugrah yang akrab disapa Nugi itu merupakan putra sulung Ahmad Ali, Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Nilam Sari Lawira, Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Tengah.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Anugrah Pratama Mundur dari NasDem dan Anggota DPRD Palu, Siap Gabung PSI

Nugi mengaku, Nilam sempat terkejut saat mengetahui keputusannya keluar dari partai NasDem, yang dipimpin sang ibu di Sulawesi Tengah.

“Reaksi beliau itu pertama mungkin kaget ya. Saya tidak bisa tebak juga isi pikiran. Yang jelas, dari ekspresi mukanya mungkin juga kaget,” ujar Nugi saat konferensi pers di Palu, Selasa (29/9/2026).

Meski begitu, Nugi mengatakan Nilam tetap menghargai keputusannya sebagai seorang ibu.

“Jadi beliau (mama) bilang, yang penting kamu bahagia dan itu pilihanmu,” ungkapnya.

Nugi menjelaskan, proses pengunduran dirinya dari NasDem telah dimulai sejak 5 Agustus 2026. Ia mengaku telah menandatangani seluruh dokumen pengunduran diri dan menyerahkannya langsung kepada Ketua DPD Partai NasDem.

Keputusan tersebut sekaligus membuat Nugi melepas keanggotaannya di DPRD Kota Palu periode 2024–2029 dari Fraksi NasDem, termasuk jabatan Wakil Ketua DPRD.

Dokumen pengunduran dirinya juga telah diverifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Jadi saya sudah secara resmi bukan NasDem lagi,” katanya.

Nugi mengaku tetap berterima kasih kepada NasDem yang telah memberinya kesempatan selama empat tahun menjadi kader. Partai tersebut juga menjadi tempat pertama baginya mengenal dan terjun ke dunia politik.

Namun, di balik keputusannya keluar dari NasDem, Nugi tak menampik adanya kekecewaan terhadap partai yang pernah membesarkan namanya.

Ia menyinggung jargon NasDem sebagai “partai tanpa mahar” yang menurutnya tidak sesuai dengan apa yang ia temui setelah bergabung.

“ Sebenarnya dari awal itu jargon Partai NasDem “partai tanpa mahar”. Setelah saya masuk ke dalam, itu tidak seperti itu,” ujarnya.

Nugi juga menyinggung pengorbanan ayahnya, Ahmad Ali, dalam membesarkan NasDem di Sulawesi Tengah. Namun, seolah pengorbanan itu tidak dihargai.

“Itu sangat fatal menurut saya. Di mana bapak saya sudah banyak-banyak berkorban. Ya, tapi mau apa, semua politik tidak bisa ditebak,” ungkapnya.

Setelah hengkang dari NasDem, Nugi memastikan akan bergabung dengan PSI, mengikuti langkah politik Ahmad Ali.

Ia menyebut perkembangan PSI menjadi salah satu alasan memilih partai tersebut. Nugi mengaku ingin melanjutkan perjuangan politik bersama partai berlambang gajah itu.

“Intinya saya ingin berjuang bersama PSI nantinya,” tutupnya.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait