Manuver DPW PSI Sulteng: Agus Lamakarate Diganti Syafiah Basir, Bangun Tradisi Politik Berbeda

Manuver DPW PSI Sulteng: Agus Lamakarate Diganti Syafiah Basir, Bangun Tradisi Politik Berbeda
Konferensi pers pergantian Ketua DPW PSI Sulteng, di Kota Palu, Senin (28/9/2026). (Foto: Ajir/kabarsulteng.id)

PALU, KABAR SULTENG – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan pergeseran kepengurusan. Agus Lamakarate yang sebelumnya menjabat Ketua DPW kini digantikan Syafiah Basir.

Pergantian tersebut disampaikan langsung Agus Lamakarate bersama sejumlah pengurus teras DPW PSI Sulteng, di antaranya Ferry Anwar, Syafiah Basir, Theo Masykur, dan Harianto, dalam konferensi pers di Kota Palu, Senin (28/9/2026).

Bacaan Lainnya

Agus mengatakan, pergantian kepemimpinan di tubuh partai merupakan hal biasa. Menurutnya, jabatan bukan sesuatu yang harus dipersoalkan selama seluruh pengurus tetap berpegang pada cita-cita membesarkan partai.

“Bagi kami, bekerja di partai ini bukan soal jabatan, tetapi bagaimana mencapai cita-cita partai. Semangat kami adalah menguatkan, membesarkan, dan memenangkan PSI ke depan,” kata Agus.

Baca juga: Ahmad Ali Sebut Isu Penggeledahan Sengaja Diangkat Lagi untuk Lemahkan PSI

Ia menjelaskan, penyampaian tersebut merupakan bentuk pengumuman awal kepada publik terkait pergeseran kepengurusan DPW PSI Sulteng.

Meski proses administrasi kepengurusan baru masih menunggu terbitnya surat keputusan (SK) dari DPP. Agus berharap, di bawah kepemimpinan Syafiah Basir, PSI Sulteng bisa bergerak lebih cepat dalam mencapai target politik yang telah ditetapkan.

Target tersebut meliputi lolos verifikasi partai pada 2027 serta memenangkan Pemilu 2029, baik pemilihan kepala daerah maupun pemilihan legislatif.

“Kami mendukung siapa pun yang menjadi ketua dan pengurus baru. Kami tidak melihat jabatan, tetapi cita-cita besar yang ingin dicapai bersama,” ujarnya.

Agus juga meminta seluruh kader PSI di 13 kabupaten/kota tetap solid menyikapi perubahan kepemimpinan tersebut.

Ia menyebut, kepengurusan DPD PSI di seluruh kabupaten/kota telah siap dan mengantongi SK. Sementara kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) diklaim telah mencapai 100 persen.

Untuk tingkat Dewan Pimpinan Ranting (DPRT), Agus menyebut tujuh DPD telah memenuhi persyaratan 70 persen sehingga bisa melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda).

Sejauh ini, Rakorda telah dilaksanakan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala. Selanjutnya, kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Buol, Poso, Tojo Una-Una, dan Banggai.

Sementara itu, Syafiah Basir menyampaikan penghargaan kepada Agus Lamakarate atas kerja dan kontribusinya selama memimpin PSI Sulteng.

Ia menyebut, fondasi organisasi yang telah dibangun Agus menjadi modal penting untuk melanjutkan sekaligus menyempurnakan kerja-kerja partai.

“Apa yang menjadi fondasi kerja di kepemimpinan beliau merupakan modal besar bagi kami untuk melanjutkan dan menyempurnakan kerja-kerja ini, menyambut PSI agar bisa menang tiga besar di Indonesia,” kata Syafiah.

Syafiah mengakui, amanah sebagai ketua DPW merupakan tanggung jawab besar yang tidak mungkin dijalankan seorang diri. Karena itu, ia menekankan pentingnya kerja tim dalam menghadapi agenda politik ke depan.

Ia menyebut, konsolidasi menjadi salah satu agenda utama yang akan segera dikerjakan bersama jajaran pengurus.

Di sisi lain, fungsionaris DPW PSI Sulteng, Ferry Anwar, menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan kali ini bukan sekadar perubahan nama dalam surat keputusan.

Menurut Ferry, PSI ingin membangun tradisi politik yang berbeda, yakni ketua DPW atau DPD yang akan diganti justru ikut mengusulkan penggantinya.

“Tradisi ini penting untuk menghilangkan sekat dan rasa tidak enak. Seperti yang disampaikan Kak Agus, bagi kami siapa pun yang memimpin tidak menjadi masalah karena target kami cukup besar dan realistis,” ujarnya.

Ferry optimistis PSI mampu memenangkan kontestasi politik di Sulawesi Tengah. Ia mengaku memiliki pengalaman memenangkan partai sebelumnya di daerah yang sama, termasuk menghadapi partai-partai lama.

Namun, menurutnya, target tersebut membutuhkan penggabungan kekuatan yang lebih besar, termasuk melibatkan tokoh-tokoh yang memiliki kapasitas dan pengaruh di daerah.

“Kita mesti menggabungkan semua amunisi, semua tokoh yang ada, supaya PSI bisa bergerak lebih cepat dibandingkan partai-partai lain,” katanya.

Ferry juga mengakui karakter politik Sulawesi Tengah menjadi tantangan tersendiri bagi partai baru.

Kondisi tersebut membuat PSI membutuhkan waktu untuk mematangkan komposisi kepengurusan.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait