PARIMO, KABAR SULTENG – Sempat menuai kritik karena berada di luar daerah saat status tanggap darurat, Bupati Parigi Moutong (Parimo), Erwin Burase dan Wakil Bupati Abdul Sahid langsung meninjau enam desa terdampak banjir, Senin (22/6/2026).
Dari hasil peninjauan, ditemukan lonjakan data kerusakan akibat bencana ganda gempa bumi dan banjir di wilayah tersebut.
Sebelumnya, pada Minggu (21/6/2026), Wakil Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto, mengkritik keras keberangkatan bupati dan wakil bupati ke acara PENAS XVII di Gorontalo.
Politisi Nasdem itu menilai kepala daerah tidak peka terhadap status Tanggap Darurat Bencana pascagempa M 6,7 yang kemudian diperparah oleh banjir bandang.
Bertolak dari Gorontalo, rombongan bupati Parimo tiba di Parigi pada Minggu malam. Keesokan harinya, Bupati Erwin dan wakilnya beserta unsur Forkopimda, langsung menyisir lokasi-lokasi kritis.
Baca Juga: Puji Polisi, Anggota Komisi III DPRD Sulteng Desak Penertiban Peti Diperluas
Erwin meninjau jembatan rusak di Desa Lobu Mandiri dan Desa Tolai Induk. Kerusakan jaringan irigasi dan ambruknya pipa air persawahan juga ditemukan di Desa Dolago Padang serta Desa Masari.
Sementara di Desa Pombolowo dan Lebagu, bupati menyerahkan bantuan sembako kepada puluhan kepala keluarga yang sempat mengungsi.
Data terbaru PUSDALOPS BPBD Parimo mencatat lonjakan kerusakan yang masif. Dampak gempa bumi melonjak drastis dari data awal 11 unit rumah menjadi 92 unit rumah rusak.
Sedangkan banjir akibat curah hujan tinggi kini merendam 12 desa di lima kecamatan, berdampak pada 402 KK atau 903 jiwa.
Kerusakan meliputi lahan pertanian, tanggul jebol, hingga jembatan putus.
Pemkab Parimo kini menetapkan sejumlah langkah prioritas, mulai dari antisipasi penyakit, percepatan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, hingga penyediaan jalur alternatif.
Dalam rapat koordinasi di Posko Induk BPBD Parimo, Bupati Erwin menegaskan pentingnya sinergi dan kecepatan penanganan di lapangan. Fokus utama saat ini adalah keselamatan warga dan pemulihan akses publik.
“Penanganan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi agar pemulihan di seluruh wilayah dapat segera tercapai,” kata Erwin Burase. (**)
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





