PARIMO, KABAR SULTENG – Jembatan penghubung vital antara Desa Baliara dan Desa Parigimpu’u, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, terancam roboh. Kerusakan struktur pada bagian bawah jembatan memicu ancaman amblas yang membahayakan keselamatan warga.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi memprihatinkan pada bagian bawah jembatan. Dinding sayap serta talud pelindung lereng tampak menggantung di atas aliran sungai akibat material tanah di bawahnya terkikis.
Celah menganga selebar hingga 1 meter terlihat jelas pada bagian kaki jembatan dan memanjang hingga ke bawah ujung fondasi (abutment).
Baca juga: Sejumlah ASN di Parimo Masuk Radar Pantauan BNN Poso
Kepala Desa Baliara, Fadli Badja, menyatakan bahwa kerusakan tersebut semakin parah pasca terjangan banjir yang melanda wilayah itu belum lama ini. Arus sungai yang deras terus menggerus struktur pendukung jembatan.
“Kalau dibiarkan terus, penggerusan akan meluas,” kata Fadli saat meninjau langsung titik kerusakan didampingi Ketua BPD Baliara, Tasik Borahima.
Fadli memperingatkan, jika penanganan jembatan Baliara lambat dilakukan, kerusakan fondasi bawah ini dikhawatirkan memicu keretakan fatal hingga ambruknya akses jalan di bagian atas jembatan.
Diduga, situasi ini diperparah dengan adanya aktivitas pertambangan pasir dan batu (Sirtu) alias galian C yang telah beroperasi cukup lama di bagian hilir sungai.
Menanggapi ancaman darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menurunkan tim untuk meninjau lokasi kejadian.
Baca juga: Hasil Tes Urine Pemkab Parimo: 28 Terdeteksi Positif, 3 Pelajar
“Selain meninjau, BPBD sudah mendatangkan alat berat. Kemungkinan lebih dulu dilakukan normalisasi sungai,” ungkap Fadli.
Selain kerusakan struktur pada bagian bawah jembatan, tebing di sekitar lokasi juga mengalami longsor. Longsoran tanah tersebut turut merusak jalur pipa air bersih.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik diĀ sini





