PARIMO, KABAR SULTENG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, membidik sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Mereka masuk radar pemantauan ketat.
Sejumlah ASN yang masuk daftar pengintaian itu dicurigai terlibat dalam deretan pengguna narkotika jenis sabu-sabu.
“Ada beberapa nama ASN yang memang sedang dalam pemantauan. Dan beberapa sudah dilakukan tes urine,” ungkap Kepala BNN Kabupaten Poso, AKBP Pradiptya Mahayana, di Parigi, Senin (3/8/2026).
Baca juga: Hasil Tes Urine Pemkab Parimo: 28 Terdeteksi Positif, 3 Pelajar
Pradiptya mengungkap, dari sejumlah nama yang dikantongi BNN Poso dan telah dilakukan tes urine pada tanggal 21 hingga 24 Juli, beberapa orang dinyatakan positif zat methamphetamine (meth) dan amphetamine (amph).
“Tapi, dari beberapa nama yang kami pegang, ada juga yang negatif ketika dilakukan tes urine pada Juli kemarin,” ungkap Pradiptya.
Meski begitu, Pradiptya menolak untuk menyebut nama ataupun golongan kepangkatan ASN yang mereka pantau di Parimo.
Kabupaten Parimo merupakan salah satu daerah yang menjadi bagian dari wilayah tugas dan operasional BNN Kabupaten Poso dalam pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya (Narkoba).
Pradiptya berharap, pasca tes urine dan kerjasama BNN Poso dan Pemkab Parimo, kedepan tidak ada lagi pegawai di Parimo yang terjerumus dalam lingkaran Narkoba.
“Semoga dengan adanya kerjasama ini bisa menjadikan ASN di Parimo bebas Nerkoba,” harap Pradiptya.
Diketahui, Pemkab Parimo melakukan tes urine terhadap ratusan ASN, anggota DPRD, hingga pelajar. Hasilnya, ditemukan 31 orang air seninya positif mengandung zat meth, amph, hingga zat benzodiazepin (benzo).
Dari 31 orang itu, menunjukkan 12 orang positif zat meth, 7 orang positif meth dan amph, serta 3 siswa yang juga positif meth dan amph.
Khusus untuk temuan 9 orang yang positif zat benzo (obat penenang), BNN memastikan satu di antaranya adalah anggota DPRD. Menurut Pradiptya, yang bersangkutan dinyatakan positif karena mengonsumsi obat berdasarkan resep dokter untuk pengobatan penyakit tertentu. Dia menambahkan, pengguna zat benzo sebagian besar didominasi oleh perempuan.
Tes urine di Parimo ini menyasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) eselon II, III, IV, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), anggota DPRD setempat, hingga pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik diĀ sini





