Perubahan APBD Parimo 2026: Pendapatan Susut Rp36,9 Miliar, Belanja Meningkat

Perubahan APBD Parimo 2026: Pendapatan Susut Rp36,9 Miliar, Belanja Meningkat
Ilustrasi perubahan APBD Parigi Moutong 2026. Pendapatan daerah diproyeksikan turun Rp36,932 miliar, sementara belanja daerah meningkat Rp6,806 miliar.

PARIMO, KABAR SULTENG – Ruang fiskal Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menyempit dalam rancangan perubahan APBD 2026. Pendapatan daerah diproyeksikan turun Rp36,932 miliar. Pada saat yang sama, belanja daerah justru meningkat Rp6,806 miliar.

Perubahan postur ini menunjukkan tekanan pada sisi pendapatan ketika kebutuhan belanja pemerintah daerah tetap meningkat. Pemerintah Kabupaten Parimo kini mengajukan perubahan struktur APBD tersebut untuk dibahas bersama DPRD setempat.

Bacaan Lainnya

Rencana itu disampaikan Wakil Bupati Parimo Abdul Sahid saat membacakan sambutan bupati dalam rapat paripurna DPRD Parimo, Rabu, 16 September 2026. Rapat dengan agenda penjelasan bupati atas Raperda Perubahan APBD 2026 tersebut dipimpin Ketua DPRD Parimo Alfres M Tinggiroh.

Baca juga: 22.518 KPM di Parimo Sudah Terima Bantuan, 6.601 Tertunda Karena Judol

Dalam rancangan perubahan APBD, belanja daerah naik dari Rp1,726 triliun menjadi sekitar Rp1,733 triliun. Tambahannya mencapai Rp6,806 miliar.

Kenaikan itu terutama terlihat pada belanja operasional. Anggarannya meningkat dari Rp1,385 triliun menjadi Rp1,470 triliun. Nilainya bertambah sekitar Rp84,804 miliar.

Belanja modal juga melonjak. Dari Rp33,163 miliar menjadi Rp70,136 miliar. Kenaikannya sekitar Rp36,9 miliar.

Belanja tidak terduga turut bertambah dari Rp8 miliar menjadi Rp9,670 miliar. Ada tambahan sekitar Rp1,670 miliar.

Namun, belanja transfer justru dipangkas dalam jumlah besar. Alokasinya turun dari Rp300,162 miliar menjadi Rp183,522 miliar. Pengurangannya mencapai sekitar Rp116,640 miliar.

Di tengah kenaikan belanja, pendapatan daerah bergerak ke arah sebaliknya. Sebelum perubahan, pendapatan ditargetkan Rp1,731 triliun. Dalam rancangan perubahan APBD, nilainya turun menjadi Rp1,694 triliun. Penurunan pendapatan mencapai sekitar Rp36,932 miliar.

Ada satu komponen yang justru tumbuh, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD). PAD diproyeksikan naik dari Rp186,259 miliar menjadi Rp243,290 miliar. Kenaikannya mencapai Rp57,031 miliar.

Namun, kenaikan PAD belum menutup penurunan pada sumber pendapatan lainnya. Pendapatan transfer turun dari Rp1,501 triliun menjadi Rp1,450 triliun. Pengurangannya sekitar Rp50,832 miliar.

Baca juga: Dugaan Permainan Barcode, Pemkab Parimo Bentuk Tim Pengawas Distribusi BBM Bersubsidi

Penurunan terbesar secara persentase terjadi pada pendapatan lain-lain yang sah. Komponen ini anjlok dari Rp44,301 miliar menjadi Rp1,170 miliar. Selisihnya sekitar Rp43,131 miliar.

Dengan perubahan tersebut, struktur APBD Parimo 2026 menghadapi kondisi ketika target pendapatan menyusut, sementara belanja masih bertambah. Raperda Perubahan APBD 2026 selanjutnya menjadi bahan pembahasan pemerintah daerah bersama DPRD setempat.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait