PALU, KABAR SULTENG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan memberikan update informasi kepada media terkait pemanggilan Bupati Buol Risharyudi Triwibowo.
“Jika sudah ada penjadwalannya kembali, kami akan update,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Sabtu (9/8/2025).
Risharyudi Triwibowo (Bowo) menjadi sorotan publik karena KPK berencana memeriksanya kembali dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dan penerimaan gratifikasi di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Baca juga: Bupati Buol Sebut Tak Hadiri Rakor KPK Karena Sakit
Budi Prasetyo menegaskan pihaknya masih menyusun jadwal pemeriksaan terhadap Bowo.
“Nanti kami sampaikan update-nya jika sudah ada jadwal pemeriksaannya,” ujarnya, Senin (4/8/2025).
Ia juga menepis klaim Bowo yang mengaku mengembalikan kendaraan mewah miliknya secara sukarela. Budi menyebut penyitaan kendaraan pada 21 Juli 2025 adalah langkah hukum untuk pembuktian dan optimalisasi aset.
“Aset tersebut disita oleh penyidik karena diduga terkait perkara,” tegasnya.
Sebelumnya, Bowo yang pernah menjabat Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengaku menerima sesuatu, namun enggan merinci waktu, jumlah, dan bentuknya.
Baca juga: Bupati Buol Akui Kembalikan Moge ke KPK Setelah Tau Sumbernya dari Kegiatan Tidak Benar
Ia mengklaim dana tersebut digunakan untuk membeli motor gede (moge) Harley Davidson.
“Saya pernah menerima sesuatu dan membelikan motor. Kendaraan itu saya kembalikan setelah tahu sumbernya dari kegiatan tidak benar. Setelah dikembalikan, alhamdulillah perasaan saya nyaman,” katanya.
KPK telah memeriksa Bowo dua kali terkait dugaan aliran dana pemerasan. Kasus ini masih terus berkembang dan publik menantikan langkah tegas KPK.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





