Ratusan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Terjadi di Sulteng Tahun 2023

Kepala Seksi Perlindungan Anak Nuryamin. Foto: Angel/kabarsulteng.id
Kepala Seksi Perlindungan Anak Nuryamin. Foto: Angel/kabarsulteng.id

Palu, Kabarsulteng.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 144 jumlah kasus kekerasan anak dan perempuan terjadi di tahun 2023.

Kepala Seksi Perlindungan Anak Nuryamin menjelaskan, sebanyak 144 kasus itu berdasarkan data Simfoni Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada bulan April 2023.

Baca juga: AJI Palu Mengecam Pengusiran Wartawan Oleh Aspidum Kejati Sulteng

“Dari ratusan kasus itu jenis kekerasan yang dialami korban mulai dari kekerasan seksual, kekerasan fisik, kekerasan psikis dan penelantaran,” jelasnya pada kabarsulteng.id pada Kamis 18 Mei 2023.

“Dari 144 kasus itu, ada sebanyak 11 korban laki – laki dan 142 korban perempuan,” tambahnya

Berdasarkan data, kata dia, dari total 144 kasus yang terjadi, kasus yang paling tertinggi terjadi di Kota Palu sebanyak 22 kasus.

Baca juga: https://www.kabarsulteng.id/2021/01/12/kekerasan-terhadap-anak-di-bawah-umur-penyidik-unit-ppa-polres-buol-dinilai-ragu-tetapkan-tersangka/

Kemudian disusul oleh, Kabupaten Buol 18 kasus, Donggala 17 kasus, Tojo Una – Una 15 kasus, Sigi 14 kasus, Morowali 12 kasus, Morowali Utara 12 kasus, Poso 10 kasus, Banggai Laut sembilan kasus, Banggai Kepulauan delapan kasus, Toli – Toli enam kasus, dan Parigi Moutong satu kasus.

Tak hanya itu, untuk jumlah kasus berdasarkan tempat kejadian, ada beberapa kasus tertinggi terjadi di rumah tangga sebanyak 84 kasus, kemudian lima kasus di sekolah, 13 kasus pada fasilitas umum, satu kasus di tempat kerja dan lainnya sebanyak 42 kasus.

Baca juga: Penghuni Lapas Perempuan di Sulteng Didominasi Kasus Narkotika

Olehnya itu, untuk pihak korban yang telah melapor kasus tersebut akan langsung ditangani oleh Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Perlindungan dan Anak (UPTD). Tentunya pihak DP3A ikut serta dalam melakukan pendampingan kepada seluruh korban kekerasan yang melapor.

Ia menambahkan, pihaknya sementara melakukan sosialisasi terkait pernikahan pada anak serta kekerasan pada anak di kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Tengah.

“Minggu depan saya berserta tim akan melaksanakan sosialisasi terkait pernikahan pada anak serta kekerasan pada anak di Kabupaten Tojo Una – Una,” ucapnya.

Nuryaman berharap, dengan segala upaya yang mereka sudah lakukan masyarakat dapat memahami untuk tidak lagi melakukan tindak kekerasan kepada anak dan perempuan.

“Kami selalu mengimbau kepada seluruh perempuan maupun anak yang ada di sulteng jangan pernah takut untuk melaporkan apa bila mengalami kekerasan dimana pun kalian berada, karena apa bila kalian melapor kepada pihak berwajib akan dilindungi sesuai dengan aturan yang ada di Indonesia,” pungkasnya. (Angel)