LPS Perkuat Literasi Keuangan di Palu, Warga Diingatkan Waspadai Penipuan Digital

LPS Perkuat Literasi Keuangan di Palu, Warga Diingatkan Waspadai Penipuan Digital
Kegiatan Media Meet Up bertajuk Diskusi, Komunikasi, dan Kolaborasi Media dalam Pengembangan Literasi Keuangan yang digelar di Hotel Aston Palu, Senin (27/7/2026). (Foto: Arul/kabarsulteng.id)

PALU, KABAR SULTENG – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III menggandeng insan pers di Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk memperkuat literasi keuangan sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap maraknya kejahatan digital yang menyasar rekening perbankan.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Meet Up bertajuk Diskusi, Komunikasi, dan Kolaborasi Media dalam Pengembangan Literasi Keuangan yang digelar di Hotel Aston Palu, Senin (27/7/2026). Kegiatan itu juga menghadirkan Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, sebagai narasumber.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Fuad Zed, mengatakan media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.

Baca juga: Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Tatanga Palu

“Kolaborasi dengan media menjadi kunci agar edukasi mengenai perlindungan dana nasabah dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok,” kata Fuad.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi juga menyangkut keamanan bertransaksi di era digital yang kini semakin rentan terhadap berbagai modus penipuan.

Fuad mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membuka tautan atau mengunduh aplikasi yang dikirim melalui pesan singkat maupun aplikasi percakapan dari nomor yang tidak dikenal.

“Sering kali masyarakat menerima pesan yang tampak seperti undangan pernikahan. Padahal, di baliknya terdapat aplikasi yang bisa mencuri data pribadi. Karena itu, jangan asal membuka tautan dari nomor yang tidak dikenal,” ujarnya.

Ia menegaskan, menjaga keamanan rekening bukan hanya menjadi tanggung jawab perbankan, tetapi juga membutuhkan kewaspadaan setiap nasabah.

Selain mengedukasi soal keamanan digital, LPS juga terus memperkuat kepercayaan masyarakat melalui program penjaminan simpanan.

Fuad mengatakan lebih dari 99 persen simpanan nasabah di Indonesia telah dijamin oleh LPS, termasuk di Kota Palu. Karena itu, masyarakat tidak perlu panik apabila suatu bank dicabut izin usahanya.

“LPS akan bekerja secepat mungkin untuk mengembalikan dana nasabah yang memenuhi syarat. Dalam beberapa kasus terakhir, dana nasabah dapat dibayarkan 100 persen beserta bunganya tanpa potongan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada oknum yang mengaku bisa mempercepat proses pencairan dana dari LPS.

“Kalau ada yang menawarkan bantuan agar dana cepat cair melalui LPS, jangan percaya. Seluruh proses dilakukan langsung oleh LPS sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III, Prayitno Amigoro, mengatakan Media Meet Up menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi antara LPS dan media dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Menurut Prayitno, cakupan penjaminan LPS di Sulawesi Tengah telah mencapai 99,98 persen atau sekitar 5,90 juta rekening. Saat ini terdapat tujuh bank peserta program penjaminan LPS di daerah tersebut, terdiri atas satu bank umum dan enam Bank Perekonomian Rakyat (BPR).

“Tingginya cakupan penjaminan ini diharapkan semakin meningkatkan rasa aman masyarakat untuk menyimpan dananya di perbankan,” kata Prayitno.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait