PALU, KABAR SULTENG – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Palu terus memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha mikro (UMKM) sekaligus mengakselerasi literasi keuangan digital bagi masyarakat.
Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Pasar Ramadan yang digelar di halaman kantor Bank Mandiri area Palu, Jalan Sam Ratulangi selama tiga hari, terhitung mulai 4–6 Maret 2026.
Melalui kegiatan ini, Bank Mandiri Palu tidak hanya membuka ruang promosi bagi UMKM lokal, tetapi juga secara aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya transaksi non tunai (cashless payment) di era transformasi digital.
Area Head Bank Mandiri Palu, Andi Sibly, menegaskan bahwa pola pembayaran masyarakat kini telah bergeser ke sistem non tunai.
Karena itu, perbankan perlu hadir sebagai pionir dalam mendorong literasi transaksi digital, khususnya bagi pelaku usaha mikro.
“Saat ini transformasi pembayaran masyarakat sudah bergeser ke segmen non tunai. Kami ingin mengedukasi pelaku usaha mikro dan masyarakat agar semakin terbiasa menggunakan transaksi digital,” ujar Andi Sibly, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, berbagai agenda Bank Mandiri Palu berorientasi pada penguatan literasi keuangan.
Pada momentum Pasar Ramadan ini, pihaknya secara khusus mendorong UMKM binaan agar tidak lagi bergantung pada uang tunai, melainkan memanfaatkan fitur transaksi digital melalui aplikasi Livin’ by Mandiri.
Sebagai bentuk implementasi nyata, Bank Mandiri Palu menghadirkan program tebus sembako senilai Rp100.000 yang dapat diperoleh masyarakat hanya dengan membayar Rp50.000 menggunakan Livin’ by Mandiri.
Setiap hari, sebanyak 100 paket sembako disalurkan kepada masyarakat. Selama tiga hari pelaksanaan, total 300 paket sembako dibagikan.
“Sehari kami bagikan 100 paket sembako. Jadi selama tiga hari ada 300 paket. Transaksinya mudah, cukup pakai Livin’,” jelas Andi.
Tak hanya itu, masyarakat juga bisa mendapatkan takjil Ramadan hanya dengan membayar Rp1 melalui transaksi non tunai.
Program ini merupakan bagian dari agenda nasional Bank Mandiri yang dilaksanakan serentak di berbagai wilayah selama bulan Ramadan, dengan waktu pelaksanaan yang menyesuaikan masing-masing area.
Selain mendorong digitalisasi, Bank Mandiri Palu tetap mengakomodasi kebutuhan transaksi tunai masyarakat menjelang Lebaran dengan membuka layanan penukaran uang baru.
Program ini terintegrasi dengan SERAMBI milik Bank Indonesia, di mana Bank Mandiri memperoleh kuota resmi untuk menyalurkan uang tunai baru kepada masyarakat.
Langkah ini menunjukkan sinergi antara digitalisasi transaksi dan pemenuhan kebutuhan tradisional masyarakat dalam menyambut Hari Raya.
Melalui rangkaian Pasar Ramadan, Bank Mandiri Palu mengharmonikan edukasi literasi keuangan, pemberdayaan UMKM, kegiatan sosial, serta program nasional dalam satu momentum. Pendekatan ini sekaligus memperkuat kedekatan perbankan dengan masyarakat secara langsung.
Dengan strategi aktif dan edukatif, Bank Mandiri Palu optimistis mampu mendorong UMKM semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi keuangan, sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.***





