JAKARTA – Batik kian menegaskan posisinya sebagai busana kantor yang relevan dengan gaya kerja modern. Perpaduan nilai tradisional dan sentuhan profesional menjadikan batik tidak hanya elegan, tetapi juga sarat makna budaya.
Ragam motif dan desain yang terus berkembang membuat batik mudah disesuaikan dengan karakter pekerjaan, sekaligus menjadi simbol identitas dan kebanggaan di lingkungan kerja masa kini.
Semangat inilah yang terus dihidupkan UMKM Binaan BRI, Kain Indonesia by Shifara, melalui koleksi office wearyang apik dan kekinian.
Brand lokal ini konsisten menghadirkan busana kerja berbasis wastra Nusantara dengan konsep ready to wear yang praktis dan stylish.
Baca juga: Pemegang Saham BBRI Panen Cuan, Dividen Interim Rp20,6 Triliun Cair 15 Januari
“Caranya, kami memproduksi baju jadi dengan konsep office wear. Tema besarnya from office to hangout, dan target market utama kami adalah wanita,” ujar Sinta Paramitha, pemilik Kain Indonesia by Shifara.
Bermukim di Pekalongan, Sinta tumbuh di lingkungan yang lekat dengan budaya batik. Interaksinya dengan para perajin serta perjalanan bersama orang tua ke berbagai daerah di Indonesia semakin memperkaya wawasannya tentang kekayaan wastra Nusantara.
Dari sanalah muncul tekad kuat untuk ikut berkontribusi menjaga dan mengembangkan kain tradisional Indonesia.
Tekad tersebut kian menguat ketika Sinta menyaksikan penurunan ekspor batik sejak 2012, serta menyusutnya jumlah pengrajin kain Indonesia yang berkurang lebih dari 100 ribu orang selama masa pandemi.
Ancaman klaim budaya dari negara lain turut mendorongnya untuk aktif mengangkat wastra Nusantara agar tetap lestari dan bernilai ekonomi.
Sebagai merek lokal, Kain Indonesia by Shifara menonjolkan keunikan dengan mengeksplorasi wastra dari Sabang hingga Merauke.
Sinta memilih material kain yang nyaman untuk aktivitas harian, sekaligus menyesuaikan desain dengan kebutuhan perempuan modern.
Wastra yang digunakan pun beragam, mulai dari Endek Bali, Jumputan Palembang, Jumputan Jogja, hingga Batik Pekalongan.
Tak hanya fokus pada estetika, Sinta juga merancang busana yang inklusif dan dapat dikenakan oleh perempuan dengan berbagai ukuran.
Desain yang fleksibel ini memudahkan pembuatan seragam kantor, sekaligus menjaga agar produknya tetap relevan dengan tren fashion terkini.
Tumbuh Bersama Rumah BUMN BRI
Perjalanan UMKM Binaan BRI Kain Indonesia by Shifara semakin berkembang setelah bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta. Melalui proses seleksi, Sinta mendapatkan pendampingan intensif dari BRI, mencakup pelatihan digital marketing, strategi pemasaran, operasional bisnis, hingga pengelolaan keuangan.
“Kami bertemu dengan para coach yang setelah pendampingan tetap bisa diajak berdiskusi. Ini sangat membantu, bukan hanya menambah ilmu, tapi juga menjawab kebingungan kami dalam menjalankan bisnis,” ungkap Sinta.
Usai pendampingan, Kain Indonesia by Shifara aktif mengikuti berbagai kegiatan yang difasilitasi BRI, mulai dari bazaar UMKM hingga program BRI Inkubator. Kesempatan ini membuka akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan brand awareness produk.
“BRI memberikan banyak fasilitas, mulai dari ilmu yang bisa langsung diterapkan hingga peluang pameran untuk memperkenalkan produk,” tambahnya.
Kehadiran Kain Indonesia by Shifara tidak hanya memberdayakan Sinta sebagai pelaku usaha perempuan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi perempuan lain dalam rantai bisnisnya.
Mulai dari penjahit hingga admin packaging, seluruh proses melibatkan perempuan dari berbagai usia dan latar belakang. Sinta pun meyakini peran perempuan sangat besar dalam menjaga dan mengenalkan batik ke kancah global.
Sementara itu, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa Rumah BUMN BRI hadir sebagai wadah kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Program ini menjadi bagian dari komitmen BRI dalam mendorong ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Hingga saat ini, BRI telah membina 54 Rumah BUMN dan menyelenggarakan lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah. Banyak pelaku usaha yang kini mampu menembus pasar digital bahkan ekspor,” pungkasnya.(Adv)
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





