JEPARA – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam memperluas inklusi keuangan hingga ke pelosok desa terus diwujudkan melalui kehadiran BRILink Agen.
Program ini menjadi perpanjangan tangan layanan perbankan yang mendekatkan akses transaksi keuangan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang jauh dari kantor bank dan jaringan ATM.
Salah satu contoh nyata keberhasilan program tersebut terlihat pada BRILink Agen Warung Concept yang berlokasi di Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Agen binaan BRI Unit Srobyong ini telah beroperasi sejak 2013 dan dikelola oleh Rochim, yang akrab disapa Owie.
Sejak awal berdiri, BRILink Agen Warung Concept hadir sebagai solusi atas keterbatasan akses layanan perbankan yang selama ini dirasakan masyarakat desa.
Baca juga: Kain Indonesia by Shifara, UMKM Binaan BRI yang Menghidupkan Wastra Nusantara di Busana Kantor
Keberadaannya mempermudah warga melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat kota. Seiring waktu, agen ini tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga tumbuh sebagai bagian penting dari denyut ekonomi desa.
Owie menuturkan bahwa motivasi utamanya mengelola BRILink Agen adalah memberikan layanan transaksi keuangan yang mudah diakses, aman, dan terpercaya bagi masyarakat.
Namun, pada tahap awal, tantangan tidak bisa dihindari. Rendahnya literasi keuangan digital membuat sebagian warga masih ragu terhadap transaksi non-tunai.
“Saat itu, banyak masyarakat yang belum percaya transaksi online. Kami turun langsung mengenalkan layanan ini, membagikan brosur, kalender, hingga souvenir kecil, sambil memberikan edukasi. Alhamdulillah, seiring waktu dan pengalaman bertransaksi, kepercayaan masyarakat pun tumbuh,” ujar Owie.
Kerja keras tersebut berbuah hasil. Kini, BRILink Agen Warung Concept menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas ekonomi dan sosial warga sekitar.
Setiap hari, agen ini melayani beragam transaksi seperti tarik tunai, transfer, hingga pembayaran kebutuhan rutin seperti listrik, PDAM, dan angsuran lainnya.
Dengan jam operasional yang panjang, mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB setiap hari, layanan BRILink Agen memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam bertransaksi.
Mayoritas pengguna layanan berasal dari keluarga yang memiliki anggota keluarga bekerja di perantauan, serta warga sekitar yang membutuhkan kemudahan pembayaran kewajiban bulanan tanpa harus bepergian jauh.
Lebih dari sekadar penyedia layanan keuangan, keberadaan BRILink Agen ini juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi keluarga pengelola dan lingkungan sekitar.
Selama lebih dari 12 tahun beroperasi, usaha ini mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga Owie, mulai dari memenuhi kebutuhan hidup, membiayai pendidikan anak hingga ke jenjang perguruan tinggi, hingga membeli aset produktif.
Usaha yang awalnya bergerak di bidang percetakan tersebut kini berkembang pesat dan bahkan berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Seiring meningkatnya aktivitas usaha, Warung Concept tercatat telah memiliki dua outlet dan melibatkan beberapa karyawan dalam operasionalnya.
“Dampak paling besar yang kami rasakan adalah kepercayaan masyarakat. Dari situ usaha kami tumbuh, lapangan kerja tercipta. Alhamdulillah, BRILink Agen bisa mencukupi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak hingga perguruan tinggi,” ungkap Owie.
Kisah BRILink Agen Warung Concept menjadi gambaran nyata bagaimana layanan keuangan berbasis komunitas, melalui kolaborasi BRI dan masyarakat, mampu mendorong inklusi keuangan, memperkuat ekonomi lokal, serta menumbuhkan kemandirian masyarakat desa secara berkelanjutan.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengapresiasi peran para mitra BRILink Agen yang tidak hanya menghadirkan layanan perbankan, tetapi juga memberi dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Ia menegaskan, melalui BRILink Agen, BRI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan keuangan yang lebih dekat, relevan, dan berkelanjutan bagi masyarakat desa di seluruh Indonesia.
“BRILink Agen telah menjadi mitra strategis yang tumbuh bersama masyarakat. Ketika agen mampu membangun kepercayaan, mengelola usaha secara konsisten, dan menopang kehidupan keluarganya, di situlah inklusi keuangan memberikan makna yang sesungguhnya,” ujar Akhmad.(Adv)
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





