Menurutnya, kampus tidak boleh menutup mata terhadap persoalan integritas.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya Universitas Tadulako yang tengah gencar membangun zona integritas.
Meski literasi antikorupsi di kalangan mahasiswa sudah berjalan, ia menilai implementasinya masih jauh dari optimal.
Awaluddin menegaskan bahwa pendidikan karakter dan antikorupsi sudah masuk dalam kurikulum perguruan tinggi. Namun, menurut dia, teori di kelas tidak cukup.
“Masih banyak yang harus kita lakukan. Komitmen mahasiswa dalam membangun budaya antikorupsi perlu diperkuat,” ujarnya.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





