PALU, KABAR SULTENG – Universitas Tadulako (Untad) mencatat sejumlah capaian penting dalam tiga tahun terakhir di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng.
Sejak dilantik sebagai Rektor Untad pada Maret 2023, Prof Amar membawa visi menjadikan Untad sebagai perguruan tinggi yang unggul, tangguh, dan adaptif. Upaya itu dijalankan di tengah kondisi kampus yang masih menghadapi dampak bencana serta masa pemulihan pascapandemi COVID-19.
Salah satu pencapaian terbesar diraih pada Februari 2024 saat Untad berhasil memperoleh Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Predikat tersebut menjadi sejarah baru bagi Untad setelah selama 42 tahun berada pada kategori Baik dan Baik Sekali.
Baca juga: Rektor Untad Ingatkan Civitas Akademika Tidak Terpancing Hoaks dan Tetap Waspada Pascagempa
“Menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Selama 42 tahun Untad belum pernah meraih Akreditasi Unggul, dan belum genap satu tahun kepemimpinan kami sudah berhasil mencapainya,” ujar Prof Amar dilansir dari Youtube @Saraba Channel, Rabu (17/6).
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari komitmen seluruh pimpinan dan sivitas akademika dalam membangun kampus di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
Prof Amar menjelaskan, proses penilaian BAN-PT dilakukan secara ketat dengan melibatkan tujuh asesor yang menilai sembilan komponen utama, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sarana dan prasarana, hingga sistem pembelajaran.
“Seluruh aspek tridarma perguruan tinggi dinilai. Dari hasil penilaian itu, Untad dinyatakan layak menyandang predikat Unggul dan sejajar dengan puluhan perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” katanya.
Capaian tersebut turut mendorong peningkatan posisi Untad dalam pemeringkatan nasional. Saat ini Untad berhasil masuk dalam jajaran 35 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Di bidang kemahasiswaan, Untad menorehkan prestasi membanggakan. Berdasarkan data Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Tahun 2026, Untad masuk dalam daftar 25 kampus paling berprestasi di Indonesia.
Dari 717 perguruan tinggi yang dinilai, Untad menempati peringkat ke-24 nasional dengan total 179 prestasi mahasiswa. Prestasi itu menjadikan Untad sebagai satu-satunya perguruan tinggi asal Sulawesi Tengah yang berhasil masuk dalam daftar tersebut.
Raih Opini WTP dan Penghargaan Keterbukaan Informasi
Pada aspek tata kelola, Untad juga memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2025 atas pengelolaan keuangan dan administrasi akademik. Kampus ini juga meraih penghargaan keterbukaan informasi dari pemerintah pusat.
Sementara pada sektor sumber daya manusia, jumlah guru besar atau profesor bertambah sebanyak 76 orang dalam kurun dua tahun terakhir.
Transformasi digital turut menjadi fokus pengembangan kampus melalui digitalisasi sistem administrasi, perencanaan, pengelolaan keuangan, hingga layanan tridarma perguruan tinggi untuk mewujudkan tata kelola yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien.
Untad juga terus memperluas kerja sama internasional dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Jepang, China, Jerman, Australia, Serbia, serta sejumlah negara Eropa lainnya. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan akademik lintas negara.
Di bidang infrastruktur, Untad membangun berbagai fasilitas pendukung pembelajaran, mulai dari sarana olahraga, penguatan jaringan internet kampus, peningkatan sistem kelistrikan dan air bersih, hingga pembangunan fasilitas menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).
Pada tahun 2026, Untad juga merencanakan pembangunan asrama mahasiswa berkapasitas 8.000 orang yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk kendaraan listrik hasil kerja sama dengan China.
Program tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kampus modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi.
Di sektor riset, Untad tengah membangun Nalodo Research Center yang diproyeksikan menjadi pusat penelitian likuefaksi pertama di Indonesia. Selain itu, pembangunan Rumah Sakit Untad serta embung pembelajaran bidang keairan dan perikanan juga terus berjalan.
Untad juga menerima bantuan 3.000 buku dari Pemerintah China yang menjadikannya salah satu perguruan tinggi dengan koleksi buku China terbesar di Indonesia.
Dari sisi pendapatan institusi, Untad mencatat kenaikan signifikan pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pendapatan kampus yang pada 2022 berada di kisaran Rp76 miliar meningkat menjadi sekitar Rp228 miliar pada akhir 2025, meski jumlah mahasiswa relatif stabil.
Peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan juga menjadi bagian dari transformasi yang dilakukan melalui penguatan sistem remunerasi yang disebut sebagai salah satu yang tertinggi di kawasan timur Indonesia untuk perguruan tinggi negeri.
Prof Amar menegaskan seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika Untad.
“Semua capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika yang terus bersinergi membangun Untad,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin bukan ditentukan oleh kemampuan bekerja sendiri, melainkan bagaimana mampu merangkul dan menggerakkan seluruh elemen organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
“Tidak mungkin semua itu bisa dicapai jika hanya dikerjakan sendiri. Kuncinya adalah kolaborasi dan manajemen yang baik,” tegas Prof Amar.
Ia menambahkan, berbagai capaian tersebut menjadi fondasi awal untuk memperkuat posisi Untad sebagai pusat pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan kawasan timur Indonesia.(AM/*)
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





