PALU, KABAR SULTENG – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Menui Kepulauan Palu (IPPMMK Palu) menyoroti keterbatasan akses listrik yang masih menjadi persoalan serius di sejumlah desa terpencil Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali.
Anggota IPPMMK Palu, Ikra, mengungkapkan bahwa meskipun telah dilakukan penambahan mesin listrik, kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi.
“Kami mengapresiasi langkah penambahan mesin listrik di Kecamatan Menui Kepulauan sebagai awal yang baik. Namun, distribusinya masih belum merata, terutama di desa-desa seperti Padei Darat, Padei Laut, dan Samarengga,” ujar Ikra, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Aksi Protes Warga ke BTIIG Diputus PMH oleh PN Poso, Dinilai Abaikan Hak Konstitusional
Ia menegaskan bahwa kondisi minimnya pasokan listrik sudah berlangsung lama dan mencerminkan ketimpangan pembangunan antarwilayah. Menurutnya, di beberapa desa listrik hanya menyala dari pukul 18.00 hingga 22.00 WITA, setelah itu warga kembali hidup dalam kegelapan.
“Bayangkan, anak-anak belajar dengan penerangan seadanya, ibu-ibu memasak tanpa cahaya yang cukup, dan harapan akan hidup yang lebih layak terus tertahan dalam gelap malam. Bahkan ada desa yang sama sekali belum merasakan listrik,” tegasnya.





