Menteri P2MI menambahkan, belajar di luar negeri memiliki keunggulan, salah satunya penghasilan yang lebih besar.
Menurutnya, bekerja di luar negeri merupakan salah satu solusi konkret untuk mengurangi kemiskinan, pengangguran, serta memperkuat ekonomi nasional, daerah, dan keluarga. Apalagi, bekerja di luar negeri telah menjadi tradisi global yang diakui.
“Lulusan SMP yang bekerja di Korea saja bisa memperoleh gaji minimal Rp15 juta. Kalau hanya berteriak tidak ada lapangan kerja, itu bukan sikap pemberani. Kalau memang berani, seharusnya berani keluar negeri,” tegasnya.
Menteri Karding menyebut, saat ini terdapat 1,7 juta permintaan tenaga kerja Indonesia dari berbagai negara. Ia berharap UNISA Palu dapat menjadi pusat informasi dan pengembangan migrant center di Sulawesi Tengah.
Ia menegaskan pentingnya prosedur resmi dalam keberangkatan pekerja migran. Kasus pekerja migran yang mengalami eksploitasi atau perdagangan manusia umumnya terjadi karena mereka berangkat secara ilegal.
Baca juga: Menteri Karding Berencana Bangun Migran Center di Palu, Fasilitasi Layanan hingga Sertifikasi
“Banyak yang viral di media sosial karena jadi korban, tapi ternyata mereka berangkat tidak prosedural, tidak melalui negara, dan akhirnya tidak terlindungi,” jelasnya.





