Karding juga menegaskan komitmennya dalam memberantas korupsi dalam proses pelayanan tenaga kerja migran. Ia ingin layanan menjadi cepat, efisien, murah, dan sebisa mungkin gratis.
“Kalau saya temukan bukti ada yang main-main atau korupsi dalam urusan ini, saya akan tindak tegas. Tradisi kutip-mengutip inilah yang merusak bangsa,” ujarnya tegas.
Menteri P2MI juga menyebut beberapa bentuk kerja sama yang akan dijalin dengan UNISA Palu, seperti sosialisasi migrasi aman, pelatihan keterampilan, dan literasi hukum serta keuangan bagi calon pekerja migran. Ia berharap kampus dapat menyediakan kursus kelas migran sebagai program ekstrakurikuler.
“Banyak peluang kerja untuk lulusan tenaga kesehatan seperti perawat dan caregiver di luar negeri. Gajinya pun sangat menjanjikan,” katanya.
Saat ini, mayoritas tenaga kerja migran berasal dari Jawa. Oleh karena itu, Kementerian P2MI akan melakukan konsolidasi dengan gubernur dan fakultas kesehatan untuk memperluas peluang di Sulawesi Tengah.





