Saat Amat menjelaskan bahwa dirinya sudah diarahkan ke reskrim, petugas hanya memintanya duduk, tetapi tidak ada kursi yang tersedia.
Tak hanya itu, petugas juga meminta Amat membawa saksi, bahkan menanyakan asal-usul uang yang hilang. “Uang yang hilang itu uang istri bapak,” ujar petugas. Amat pun menjawab, “Uang istri saya kan uang saya juga.” Namun, laporan tetap tidak bisa diproses tanpa kehadiran istrinya.
Merasa tak mendapatkan respons yang jelas, Amat akhirnya memilih pulang. Beberapa saat kemudian, patroli polisi datang ke lokasi untuk memeriksa pintu yang dibobol dan menyarankan agar korban segera membuat laporan resmi.
Kebingungan pun menyelimuti Amat, yang sebelumnya mengalami kesulitan saat hendak melapor.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait respons yang diterima korban serta perkembangan kasus pencurian ini.***
Ikuti juga berita menarik lainnya di WhatsApp Official kabarsulteng.id diĀ sini





