Mengenal Kota Uwentira, Disebut Kerajaan Gaib Para Jin di Kebun Kopi Sulteng Hingga Difilmkan

Mengenal Kota Uwentira, Disebut Kerajaan Gaib Para Jin di Kebun Kopi Sulteng Hingga Difilmkan
Mushallah Nur Hidayatullah Uwentira Kebun Kopi. (Foto: Instagram/ketupat_santan)

PALU – KABAR SULTENG – Jika di Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan ada kota gaib para jin yang dikenal dengan sebutan Saranjana dan baru-baru ini dibuat film bertema horor, di Sulawesi Tengah (Sulteng) juga ada ngata Uwentira atau Kota Uwentira.

Uwentira yang disebut-sebut kerajaan gaib tempat bersemayamnya para jin, terletak disebuah tempat dengan tanda jembatan di wilayah jalur trans Kebun Kopi Sulteng yang disebut jembatan Uwentira.

Bacaan Lainnya

Dari arah jembatan tersebut di bagian atasnya disebut-sebut sebagai tempat atau kota Uwentira.

Baca juga: Viral Seorang Pria Mengaku Nabi di Uwentira Kebun Kopi Meresahkan Warga

Kota Uwentira yang berarti kota tak kasatmata atau tidak terlihat, negeri para jin itu, namanya diambil dari kata Uventira, dalam bahasa Suku Kaili bermakna air berwarna merah. Letak kota mistis itu disebut-sebut berada di pegunungan antara Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, jalur trans Kebun Kopi.

Keberadaan Uwentira mulai dibicarakan sejak zaman penjajahan VOC Belanda.

Banyak kepercayaan menyebutkan bahwa Uwentira merupakan Benua Atlantis yang hilang.

Selain itu, kampung Uwentira juga dijuluki kerajaan gaib terbesar di Indonesia dengan penguasa raja jin yang membangun istana megah.

Dikutip dari berbagai sumber, Komunitas Historia Sulawesi Tengah, menjelaskan, awalnya Uwentira ditandai dengan adanya sebuah jembatan buatan Belanda yang merupakan bagian dari proyek besar pembuatan jalan di bagian leher Pulau Sulawesi atau yang kini disebut Jalan Trans Sulawesi.

Pengerjaannya diresmikan oleh A.C.D de Graeff selaku Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 19 September 1927. Proyek prestisius itu dikomandoi oleh Jusuf Radja Tiangso.

Sebuah dokumen Onder Afdeeling Paloe menunjukkan gambar jembatan kayu yang berada di Uwentira dikerjakan oleh pekerja Tionghoa pada tahun 1933.

Mistis Kota Gaib Uwentira oleh Geliat sineas Kota Palu memproduksi film terus berlanjut. Sajiannya tidak melulu film pendek, semisal Saya di Sini, Kau di Sana (A Tale of the Crocodile’s Twin) yang ukir prestasi di International Short Film Festival Oberhausen, Jerman.

Beberapa film panjang walau secara kuantitas tak banyak juga masih kerap rilis. Model distribusinya jelas tak menyasar festival film karena motif pembuatannya untuk mengisi ceruk yang berbeda.

Maka tempat yang kemudian jadi pilihan adalah pemutaran di bioskop. Biasanya dengan inisiatif booking studio yang ada di XXI Palu.

Tahun lalu, Oki Daeng Mabone bersama kawan-kawannya sudah menghadirkan film Pendekar dari Bukit Kalaumang: Mencari Mamanya. Film yang selembar tiketnya dibanderol Rp100 ribu itu tayang 26-28 Juni 2022.

Kali ini giliran sineas Nur Afni Eka Muslim yang akan menghadirkan sebuah film bergenre horor. Judulnya Uwentira. Inspirasinya tentu urban legend tentang sebuah kota modern di alam gaib yang jadi hunian bangsa jin.

Sebagian orang memercayai pintu masuk ke Uwentira, ada juga yang menulisnya Uventira dan Wentira, berlokasi di daerah Kebun Kopi, Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Donggala.

Film produksi Celebest Film Production berdurasi sekitar 75 menit ini dijadwalkan tayang pada 30 Juni 2023.

Anda yang bermukim di Sulteng atau yang lahir di Sulteng, apakah juga pernah mendengar Kota Uwentira, bagaimana tanggapan anda tentang kota gaib Uwentira, yang disebut sebagai kota para jin bersemayam.***

Pos terkait