Viral Seorang Pria Mengaku Nabi di Uwentira Kebun Kopi Meresahkan Warga

Viral Seorang Pria Mengaku Nabi di Uwentira Kebun Kopi Meresahkan Warga
Seorang pria yang mengaku nabi (kanan) bersama pengikutnya meninggalkan Mushallah Nur Hidayatullah Uwentira Kebun Kopi usai ditemui warga setempat. (Foto: tangkapan layar/Youtube@Ian Bapontar)

Donggala, kabarsulteng.id, – Viral seorang pria mengaku nabi diduga penganut ajaran sesat di Uwentira bikin heboh dan meresahkan warga Desa Nupa Bomba Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Diketahui, pria mengaku nabi itu berasal dari medan dan dua pengikutnya berasal dari Bitung serta satu lagi berasal dari Batam.

Kelima orang diduga penganut ajaran sesat itu diketahui sudah menetap selama sepuluh hari di Mushallah Nur Hidayatullah Uwentira Kebun Kopi.

Baca juga: Melintas di Kebun Kopi, Bapak-bapak Bonceng Durian Ukuran Besar Viral di Medsos

Kehadiran pria mengaku nabi di Uwentira Kebun Kopi itu pertama kali dibagikan oleh Bripka Ian Aditya yang merupakan Babinkantibmas Nupa Bomba, melalui akun Youtubenya @Ian Bapontar, pada Selasa 14 Maret 2023.

“Saya akan menindaklanjuti laporan warga dengan adanya dugaan ajaran sesat yang terjadi di daerah Uwentira Dusun 5 Kebun Kopi,” kata Bripka Ian dilansir dari akun YouTubenya.

Dikatakannya, banyak warga yang resah dengan kehadiran beberapa orang yang mengaku sebagai nabi dan rasul baru.

Dalam video berdurasi 18,13 menit itu, memperlihatkan seorang pria berambut panjang dan beberapa orang sebagai pengikutnya berada di Mushallah Uwentira.

Kepala Desa dan anggota Bhabinkamtibmas bersama warga setempat kemudian mengobrol bersama beberapa orang asing itu.

Seorang pria berambut panjang dan berjenggot yang mengaku sebagai nabi itu mengaku hanya ingin menyampaikan satu ayat dimanapun ia berada.

“Ayat satu itu saya sampaikan dimanapun saya berada, bukan hanya disini saja sudah sejak tahun 2000,” ucapnya.

Setelah melakukan pembicaraan dan mendengarkan penyampaian dari seorang yang mengaku nabi tersebut, Kepala Desa Nopa Bomba dan warga setempat akhirnya sepakat untuk menyuruh mereka meninggalkan Mushalla Uwentira Kebun Kopi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *