Inspektorat Sulteng Dalami Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Pejabat Pemprov, Hubungan Gelap dan Isi Chat Ancaman Terbongkar

Inspektorat Sulteng Dalami Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Pejabat Pemprov, Hubungan Gelap dan Isi Chat Ancaman Terbongkar
Ilustrasi AI

PALU, KABAR SULTENG – Inspektorat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tengah mendalami dugaan penganiayaan terhadap seorang ASN perempuan yang disebut melibatkan seorang oknum pejabat di lingkungan Pemprov Sulteng.

Korban diketahui merupakan ASN muda yang bertugas di salah satu biro di lingkup Pemprov Sulteng.

Bacaan Lainnya

Sementara oknum pejabat ini dikabarkan menjabat sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubbag) di salah satu biro Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng berinisial SL.

Inspektur Inspektorat Sulteng, Fahrudin D. Yambas, membenarkan bahwa pihaknya sedang mendalami kasus tersebut.

“Lagi didalami,” kata Fahrudin saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).

Baca juga: Oknum Pejabat Pemprov Sulteng Diduga Terlibat Hubungan Gelap hingga Intimidasi Korban

Saat ditanya apakah terduga pelaku telah dipanggil untuk dimintai keterangan, Fahrudin membenarkannya.

“Iya pak,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, keluarga korban mengungkapkan bahwa perkenalan antara korban dan oknum pejabat di Pemprov Sulteng ini bermula saat keduanya berada di Jakarta pada 2022. Saat itu korban bekerja di salah satu instansi pemerintah pusat.

“Waktu itu adik saya kerja di salah satu kantor pemerintahan pusat. SL datang ke Jakarta dan berusaha berkenalan, tetapi awalnya tidak ditanggapi,” ujar salah seorang anggota keluarga korban yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurut keluarga, terduga pelaku saat itu mengaku masih lajang dan belum memiliki istri. Seiring berjalannya waktu, komunikasi keduanya semakin intens hingga akhirnya menjalin hubungan. Hubungan tersebut berlanjut setelah korban mendapat penempatan di salah satu biro Pemprov Sulteng pada 2024.

Selama bertugas di Kota Palu, keduanya disebut kerap bertemu. Namun belakangan korban mengetahui bahwa pria tersebut ternyata telah berkeluarga dan memiliki anak.

Setelah mengetahui hal itu, korban beberapa kali berupaya mengakhiri hubungan. Namun, menurut pengakuan keluarga, terduga pelaku tidak menerima keputusan tersebut dan diduga mulai memberikan tekanan hingga melakukan kekerasan terhadap korban.

“Dia tidak mau lepas dari adik saya. Berbagai cara dilakukan, mulai dari menekan, mengancam, sampai memukul,” ungkapnya.

Keluarga mengaku baru mengetahui persoalan tersebut setelah melihat perubahan sikap korban dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami tidak tahu adik kami menghadapi masalah sebesar ini. Dia memang orangnya polos dan tidak banyak bercerita. Belakangan kami lihat dia sering murung, linglung, dan kondisi mentalnya terganggu,” katanya.

Menurut keluarga, setiap kali korban berusaha mengakhiri hubungan, tekanan dari terduga pelaku justru semakin meningkat.

Keluarga juga menunjukkan sejumlah tangkapan layar percakapan yang diduga berisi ancaman dan intimidasi. Dalam pesan tersebut, terduga pelaku disebut menuliskan kalimat bernada ancaman, di antaranya:

“Jangan kira saya tidak bisa mutasi di ujung kabupaten sana anda.”

“Oh anda tunggu saja nasibmu dekat-dekat ini.”

“Jangan buat saya bertindak lebih.”

Selain percakapan tersebut, keluarga turut memperlihatkan sejumlah foto yang diklaim sebagai bukti kekerasan yang dialami korban. Dalam foto itu tampak luka yang disebut sebagai bekas cekikan serta memar pada bagian lutut.

Keluarga juga mengungkapkan bahwa terduga pelaku diduga meminta korban untuk tidak membuka persoalan tersebut ke publik dengan alasan sedang menjalani proses promosi jabatan.

Akibat tekanan yang terus dialami, korban kini disebut memilih menghindari pertemuan dengan terduga pelaku karena merasa takut.

“Saat ini adik saya lebih banyak mengurung diri. Kondisi mentalnya sangat terganggu dan dia ketakutan,” ujar anggota keluarga korban.

Terkait kasus ini, media juga sudah meminta konfirmasi kepada Gubernur Sulteng dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulteng. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait