Ironi Perayaan Bulan K3 di IMIP: Seremoni Megah di Balik Kasus Kecelakaan Kerja Berulang

Ironi Perayaan Bulan K3 di IMIP: Seremoni Megah di Balik Kasus Kecelakaan Kerja Berulang
Aktivitas Sejumlah Pekerja di Kawasan IMIP. Dok. YTM/Mohammad Azis.

PALU, KABAR SULTENG – 12 Januari hingga 12 Februari saban tahun, korporasi-korporasi bertipe industri rutin menggelar perayaan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tak terkecuali di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Tahun ini, setidaknya ada enam item kegiatan yang mewarnai megahnya seremoni tahunan di kawasan industri peleburan bijih nikel terkemuka itu. Mulai dari pemberian doorprize, senam sehat, kompetisi basket dan sepakbola mini, simulasi penyelamatan dan pemadaman kebakaran, hingga program K3 Goes to School and Campus.

Bacaan Lainnya

Ironisnya, peringatan semeriah itu tak sejalan dengan realitas K3 di lapangan. Insiden-insiden yang mengakibatkan luka, cacat, hingga berujung kehilangan nyawa masih terus berulang di kawasan IMIP.

Federasi Serikat Pekerja Industri Merdeka (FSPIM), misalnya, mengkritik keras peringatan bulan K3 Nasional di IMIP yang terkesan sekadar acara permainan belaka.

“IMIP seharusnya mengevaluasi diri dengan serius. Anggota kami (FSPIM, red) sampai dua orang meninggal dunia. Satu orang di PT Ocean Sky Metal Industry (OSMI), sementara satunya lagi di PT Walsin Nickel Industrial Indonesia (WNII),” kecam Ketua FSPIM, Komang Jordi Segara, dalam siaran pers 14 Januari 2026.

Pernyataan aktivis buruh itu sejalan dengan investigasi sumber-sumber terbuka resmi, mulai dari media massa, serikat pekerja, hingga organisasi nonpemerintah.

Dalam rentang 2023-2025, contohnya, tercatat sedikitnya 43 buruh meninggal dunia di IMIP akibat insiden-insiden semacam ledakan tungku, kecelakaan listrik, dan kelelahan ekstrem. Salah satu contohnya yakni hilangnya nyawa seorang juru las akibat tertimpa balok besi dalam proyek konstruksi di area IMIP 8 pada 10 Desember 2025 lalu.

Jordi juga menyesalkan langkah manajemen yang terus melanjutkan produksi, alih-alih berbenah lantaran maraknya kasus kecelakaan kerja. Perusahaan, lanjut Jordi, lebih mementingkan keuntungan di banding keselamatan pekerja.

“Tiap kali sesudah insiden, perusahaan bukannya jeda produksi, tetapi malah lanjut demi cuan. Itulah mengapa sering disebut harga nikel lebih mahal daripada nyawa pekerja,” tegas Jordi.

Baca juga: Penyebab Banjir Bandang Enam Desa di Donggala, Walhi Sulteng Sebut Dipengaruhi Aktivitas Pertambangan

Sementara dalam catatan Yayasan Tanah Merdeka (YTM), terdapat 33 kasus kecelakaan kerja sepanjang tahun 2024. Dari 33 kasus tersebut, diantaranya 14 meninggal dunia, 25 luka-luka, 40 keracunan, dan dua lainnya mengalami pingsan.

Puluhan kasus tersebut mayoritas terjadi di kawasan IMIP. Sementara lainnya terjadi di kawasan PT Stardust Estate Investment (SEI) di Morowali Utara dan PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) di Morowali.

Terkhusus di PT. IMIP, sepanjang tahun 2025, terdapat 23 kasus kecelakaan kerja dengan total korban berjumlah 28 pekerja. Korban-korban tersebut diantaranya sembilan orang meninggal dunia, 17 orang mengalami luka-luka, serta dua orang lainnya tidak teridentifikasi nasibnya.

Bahkan menurut Kepala Divisi Kampanye Yayasan Tanah Merdeka, Mohammad Azis, angka-angka kecelakaan kerja itu bisa lebih banyak. Hanya saja, sambung Azis, pihak IMIP seakan menyembunyikan data yang sebenarnya.

“Jumlah-jumlah itu hanya berdasarkan riset dan catatan lapangan di tengah tidak transparannya sejumlah kawasan industri nikel di Indonesia, termasuk di IMIP. Kalau saja IMIP transparan, jumlah yang sebenarnya pasti akan lebih banyak,” terang Azis.

Azis menilai faktor lain penyebab tidak terungkapnya insiden kecelakaan kerja di IMIP lantaran kebijakan manajemen yang menghindari aksi yang dapat merusak citra perusahaan.

“Di tiap divisi kerja, ada-ada saja insiden yang tidak dipublikasikan, manajemen perusahaan melarang pekerja menyebarkannya dengan dalih mencemari nama baik perusahaan,” ujarnya.

Meski pesimistis, Azis terus mendesak agar pemerintah serius mengevaluasi IMIP dan tenant-tenant yang ada di dalamnya. Ia juga menuntut agar IMIP segera berbenah dan transparan dalam kasus-kasus kecelakaan kerja.***

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait