PALU, KABAR SULTENG – Pengurus Pusat Perguruan Pencak Silat (PPS) Satria Muda Indonesia (SMI) menggelar pelatihan instruktur dan ujian kenaikan tingkat (UKT) nasional bagi puluhan pesilat di Palu, Kamis (12/2/2026).
Ketua SMI Komisariat Daerah (Komda) Sulawesi Tengah, Ambo Dalle, mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan anggota dan pelatih dari berbagai aspek.
“Training of Trainer (TOT) dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) bukan hanya sekadar mengasah kemampuan bela diri, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan sportivitas. Semuanya harus menjadi pondasi menuju atlet berprestasi,” kata Ambo Dalle.
Ia menjelaskan, pelaksanaan TOT-UKT ini melibatkan peserta dari Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, dengan rincian 40 pesilat dari Sulteng dan 15 pesilat dari Sulbar.
Khusus kontingen Sulbar, peserta turut didampingi Ketua SMI Komda Sulbar, Rahmat Ichwan Bahtiar.
Menurut Ambo Dalle, dua agenda tersebut bertujuan mematangkan pengetahuan dan teknik bela diri para pesilat sekaligus meningkatkan kompetensi para pelatih, sehingga mampu melahirkan pesilat-pesilat kompetitif hingga ke level tertinggi.
“Tujuan jangka panjang kita adalah agar SMI kembali melahirkan jawara-jawara baru, sebagaimana torehan prestasi Waketum Abdul Karim Aljufri sebagai atlet pencak silat kelas dunia,” tuturnya.
Baca juga: Miris! Anak-anak Dusun Bontopangi-Donggala Nekat Seberangi Sungai Berbuaya Demi Bisa Sekolah
Salah satu langkah lanjutan yang tengah disiapkan SMI Komda Sulteng, lanjut Ambo Dalle, yakni rencana pelaksanaan turnamen pencak silat tingkat Sulawesi Tengah pada 2026.
“Setelah Ramadan, kami akan kembali melakukan konsolidasi dengan pengurus. Insya Allah, turnamen itu akan kami adakan,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris SMI Komda Sulteng, Iqbal, menuturkan bahwa dalam TOT-UKT para peserta harus melewati sejumlah tahapan.
“Dalam dunia pencak silat, terdapat banyak tingkatan yang dapat dikenali melalui identitas sabuk. Mulai dari sabuk putih untuk tingkat dasar, kemudian naik ke sabuk merah putih strip satu, strip dua, hingga level sabuk hitam, dan seterusnya,” ungkap Iqbal.
Namun, untuk mencapai tingkatan tersebut, kata Iqbal, tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga pengetahuan serta proses latihan yang panjang.
Untuk mendukung peningkatan kompetensi tersebut, SMI menghadirkan 12 instruktur level nasional dan tiga pelatih level daerah dalam kegiatan ini.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





