Reses TW-II 2025: Rini Haris Dengar Masukan Warga soal Masalah Drainase, PBI BPJS hingga Bantuan Usaha

Reses TW-II 2025: Rini Haris Dengar Masukan Warga soal Masalah Drainase, PBI BPJS hingga Bantuan Usaha
Anggota DPRD Palu, Rini Haris mendengarkan masukan dan keluhan masyarakat di Kecamatan Palu Timur, Kota Palu pada Selasa (15/7/2025) sore.

PALU, KABAR SULTENG – Anggota DPRD Palu, Rini Haris mendengarkan masukan dan keluhan masyarakat di Kecamatan Palu Timur, Kota Palu pada Selasa (15/7/2025) sore.

Penjaringan aspirasi oleh Anggota Legislatif DPRD Palu ini masuk dalam program Reses TW-11 masa persidangan Tahun 2025.

Bacaan Lainnya

Amatan media ini, reses yang berlangsung di Jl Tanjung Dako, Kelurahan Lolu Selatan, Palu Timur itu dihadiri puluhan masyarakat.

Perwakilan OPD dari Pemkot Palu (Dinas Sosial, Dinas UMKM, Dinas PU dan Dinas Perkom), pihak kelurahan dan kecamatan juga tampak hadir dalam pertemuan tersebut.

Warga tampak antusias menyampaikan masukan dan keluhan mereka terkait masalah lingkungan sosial hingga masalah perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Reses TW-II 2025, Zet Pakan Terima Masukan dan Keluhan Masyarakat Mantikulore – Palu Timur

Seperti kondisi drainse di jalan lingkungan yang menyebabkan banjir dan genangan air saat hujan deras.

Masalah air bersih dari PDAM yang kadang tak mengalir.

Termasuk dengan penerangan jalan yang membuat lingkungan rawan kejahatan seperti begal.

Masalah data penerima program PBI BPJS Kesehatan kuga turut dikeluhkan.

Menanggapi hal itu, Anleg Rini Haris mengungkapkan, terkait banjir akibat dranase dia mengharapkan peran aktif RT/RW dan warganya untuk gotong royong memberaihkan drainase agar tak terjadi banjir saat hujan deras.

“Untuk penerangan juga, jadi untuk penerangan dengan berapa drainase banjir ini, nanti kita akan turun survei, kita akan lihat langsung bersama pihak Kelurahan Kecamatan, juga dinas terkait, dinas PU,” ujarnya.

Terkait dengan PDAM dia berjanji akan melakukan peninjauan langsung dengan menggandeng pihak PDAM.

“Untuk bantuan usaha, seperti bantuan kursi, Insya Allah bisa, buat kelompok, larena semua bantuan usaha itu adalah bentuk kelompok, minimal lima orang,” jelasnya.

Baca Juga: Gubernur Anwar Hafid Resmi Lepas Bantuan Beras untuk 224 Ribu Warga Sulteng

Sedangkan untuk data PBI BPJS Kesehatan, dia meminta data warga yang seharusnya terima bantuan, namun namanya tidak keluar dari dinas sosial.

“Tolong dikasih ke saya datanya, nanti saya follow up ke atas.

“Kalau untuk penerangan ini dengan perkim, mungkin bisa dibuat justifikasi kenapa disitu harus segera ada tiang listrik, karena mungkin terlalu sering terjadi begal, atau ada hal-hal yang urgent yang bisa secepatnya untuk diadakan lampu jalan,” tambahnya.

Selain itu, keluhan dan masukan warga dalam penjaringan aspirasi akan menjadi perhatiannya dan OPD terkait. ***

Pos terkait