Catatan Kritis YAMMI untuk Polda Sulteng di Hari Bhayangkara ke-79, Soroti Tambang Ilegal Poboya

Catatan Kritis YAMMI untuk Polda Sulteng di Hari Bhayangkara ke-79, Soroti Tambang Ilegal Poboya
Direktur Kampanye YAMMI Sulteng, Africhal, SH. (IST)

Ketiga: Polri harus berbenah dengan melakukan pengetatan terhadap seluruh personil-nya, baik Perwira Tinggi hingga pada anggota biasa untuk menahan diri agar tidak menjadi tameng aktivitas illegal, sebab berdasarkan laporan JATAM Sulteng, seluruh aktivitas pertambangan baik legal maupun tanpa izin, selalu mereka menemukan ada penjagaan pos-pos yang terdapat anggota Polri, hal ini menjadi perseden buruk, bahwa Investasi di Sulawesi Tengah entah legal maupun Ilegal terdapat pengamanan yang serius yang diberikan oleh Anggota Polri terhadap setiap aktivitasnya.

Belakangan berdasarkan akta Perusahaan yang didapat melalui Dirjen AHU, terdapat mantan Kapolda Sulawesi Tengah duduk sebagai Komisaris.

Bacaan Lainnya

Dugaan kuat, ketidak berdayaan Polri untuk melakukan pencegahan dan penindakan karena adanya mantan petinggi Polri tersebut. Bahkan laporan JATAM Sulteng tersebut, hendak di SP3 agar perusahaan tanpa izin itu kembali beraktivitas.

Keempat: berdasarkan Informasi dan penelusuran YAMMI, menemukan adanya seorang petani bernama Andrias dari desa Lindu saat ini ditahan oleh Polres Sigi, karena tuduhan melakukan kegiatan pemuatan hasil penambangan.

Lanjut Africhal, saat ini di Kelurahan Poboya, terdapat kurang lebih 700 unit truk dan 6 eksavator sedang melakukan penambangan tanpa izin akan tetapi tidak ada penindakan apparat

Olehnya, YAMMI Sulteng berharap di Hari Bhayangkara ke-79, Polri khususnya Polda Sulteng, agar makin profesional, makin mencintai dan menjiwai rasa keadilan untuk tegaknya hukum diBumi Nusantara, tidak tebang pilih menidak pelaku pencurian hasil bumi untuk dinikmati oleh segelintir orang.

“Polri di usia yang sudah matang, 79 Tahun segeralah berbenah diri, tangkap dan adili kelompok-kelompok pemodal besar yang bertopeng atas nama rakyat yang terus menjarah kekayaan alam,” tegasnya.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait