JAKARTA, – Holding Ultra Mikro (UMi) yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat perannya dalam mendorong inklusi keuangan dan memperbesar akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro di Indonesia.
Sejak resmi dibentuk pada 13 September 2021, holding ini menjadi salah satu tulang punggung penguatan ekonomi kerakyatan, terutama bagi masyarakat di sektor usaha ultra mikro dan mikro.
Hingga akhir Maret 2026, Holding UMi tercatat telah melayani lebih dari 33,7 juta nasabah pinjaman. Sementara jumlah rekening simpanan mikro menembus lebih dari 166 juta rekening.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengatakan keberhasilan Holding UMi bukan hanya terlihat dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dampak langsung yang dirasakan masyarakat.
“Holding UMi berkembang menjadi ekosistem yang tidak hanya membuka akses pembiayaan, tetapi juga meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat literasi keuangan dan investasi, hingga menciptakan jalur naik kelas yang lebih jelas bagi pelaku usaha mikro,” ujar Akhmad.
Menurut dia, berbagai program pendampingan terus dilakukan agar pelaku usaha mampu berkembang dan memiliki daya saing lebih kuat.
Selain memperluas akses pembiayaan, Holding UMi juga mengembangkan layanan bullion atau emas serta memperkuat inovasi digital melalui aplikasi Tring milik Pegadaian. Langkah ini memperbesar peran BRI Group dalam ekosistem investasi emas nasional.
Hingga Triwulan I 2026, total tabungan emas dan deposito emas dalam ekosistem UMi BRI Group tercatat mencapai 22 ton. Angka itu menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat seiring makin mudahnya akses layanan.
Di sisi lain, program pemberdayaan yang dijalankan juga mulai menunjukkan hasil. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, sebanyak 1,2 juta debitur tercatat berhasil naik kelas atau graduasi menuju usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Akhmad menambahkan, penguatan ekosistem ultra mikro juga diarahkan untuk membangun ketahanan finansial masyarakat secara menyeluruh, termasuk lewat perlindungan asuransi mikro.
“Selama Triwulan I 2026, jumlah pemegang polis asuransi mikro bertambah 7,9 juta polis. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan usaha dan finansial terus meningkat,” katanya.
Sebagai bentuk sinergi layanan, Holding UMi juga menghadirkan Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM) Co-Location, yakni outlet bersama yang melayani nasabah BRI, Pegadaian, dan PNM secara terintegrasi.
Hingga Maret 2026, jumlah outlet SenyuM Co-Location telah mencapai 1.035 titik layanan di berbagai wilayah Indonesia.(Adv)





