RPJMD Sulteng 2025-2029, Gubernur: Wajib Belajar 13 Tahun dan Berani Sehat Jadi Prioritas

Musrenbang RPJMD Sulteng 2025-2029: Wajib Belajar 13 Tahun dan Berani Sehat Jadi Prioritas
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025–2029, yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Provinsi Sulteng, Senin (30/6/2025).

Selain itu, Gubernur juga meminta para kepala daerah untuk memperhatikan pemerataan fasilitas pendidikan dan kemudahan akses untuk beasiswa afirmasi dan bantuan pendidikan.

Di bidang pendidikan tinggi, Pemprov Sulteng telah menyediakan beasiswa untuk mahasiswa Sulteng melalui tiga jalur: prestasi, afirmasi, dan tanggungan khusus untuk keluarga ASN, TNI/Polri, serta masyarakat umum.

Bacaan Lainnya

Gubernur Anwar juga mengungkapkan kerja sama afirmasi dengan berbagai perguruan tinggi strategis, seperti Universitas Hasanuddin, dan sedang dijajaki peluang dengan UI, ITB, serta UGM.

Ia mengingatkan agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran beasiswa antara provinsi dan kabupaten/kota, guna memastikan efisiensi dan pemerataan akses pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Bupati Iksan Buka Forum Lintas Perangkat Daerah Rancangan RPJMD Morowali 2025-2029

Di sektor kesehatan, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan keberhasilan program “Berani Sehat” yang berhasil meningkatkan jumlah peserta BPJS tanggungan Pemprov dari 1.300 menjadi 19.000 orang dalam waktu tiga bulan.

Program ini bertujuan untuk memastikan tidak ada lagi warga yang ditolak rumah sakit karena masalah biaya.

“Berani Sehat adalah jaminan kesehatan bagi rakyat. Tidak ada lagi alasan pasien tidak bisa dirawat karena masalah biaya. Kalau BPJS tidak menanggung, kita yang akan membayar,” ungkap Gubernur.

Gubernur juga menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang merata, hingga ke puskesmas dan desa-desa terpencil.

Baca Juga: Gakkumhut Temukan Alat Berat di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu

Dia bahkan turun langsung menangani kasus pasien kanker yang ditolak rumah sakit karena tidak terdaftar dalam BPJS, namun akhirnya bisa mendapatkan perawatan berkat intervensi Pemprov.

Selain sektor pendidikan dan kesehatan, Gubernur Anwar Hafid juga menyoroti pentingnya peningkatan pendapatan masyarakat.

Pos terkait