Penembakan seperti itu katanya, mestinya tidak terjadi jika dilakukan dengan komunikasi yang baik. “Jika ada yang masuk kompleks, kan bisa dilakukan dengan berkomunikasi,” ujarnya.
Jika itu kompleks militer yang tidak boleh dimasuki masyarakat sipul, harusnya dibuatkan portal. Dengan begitu, masyarakat tidak akan bebas masuk.
“Kalaupun ada yang masuk, bisa ditegur dengan cara yang lebih beradab, masa harus dengan menggunakan moncong senjata,” kata Ahmad Ali.
“Jadi sekali lagi apapun alasannya, perilaku itu sangat tidak bisa dibenarkan, “ tambahnya.
Ahmad Ali kembali mengingatkan agar oknum TNI pelaku penembakan itu harus ditindak tegas, kemudian dipublis ke publik. Jika tidak ditindak, nantinya akan membuat masyarakat dan institusi TNI akan berjarak.
“Jadi trauma lalu kembali akan menghantui masyarakat. Padahal sejak zaman reformasi, kemanunggalan TNI itu sudah terjadi, sehingga TNI dan masyarakat itu sudah semakin menyatu,” kata Ahmad Ali.
“Supaya itu tidak ternodai, itu harus ditindak secara tegas dan dipublis ke publik bahwa oknum ini sudah diberi tindakan tegas,” pungkas Ahmad Ali.





