Temuan Baru di Peti Moutong Perkuat Dugaan Keterlibatan Anggota DPRD Parimo

Temuan Baru di Peti Moutong Perkuat Dugaan Keterlibatan Anggota DPRD Parimo
Tiga unit ekskavator terpantau beroperasi di Peti kawasan pegunungan Nasalane, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Dok Warga)

PARIMO, KABAR SULTENG – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (Peti) di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mengungkap fakta baru.

Hingga Sabtu (27/6/2026), sejumlah ekskavator diduga milik NW dilaporkan tetap beroperasi di lokasi tambang ilegal pegunungan Nasalane.

Bacaan Lainnya

Informasi terhimpun menyebutkan sedikitnya tiga alat berat mengeruk material emas secara masif. Alat tersebut meliputi dua ekskavator biru, satu ekskavator kuning, dan satu fasilitas talang jumbo yang disinyalir kepunyaan NW.

“Alat NW di Nasalane sampai sekarang beroperasi. Ada tiga ekskavator dan satu talang jumbo,” ungkap sumber rahasia, Sabtu (27/6/2026).

NW diketahui memiliki hubungan Kekerabatan dengan Selpina, anggota DPRD Kabupaten Parimo dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV.

Baca Juga: PT Cocoman Sebut Penyidikan Kejati Sulteng Belum Didukung Bukti yang Cukup Setelah Penggeledahan dan Penyitaan

Dugaan relasi tersebut menyeret anggota Komisi IV itu ke dalam pusaran pertambangan ilegal.

Kasus ini telah dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Parimo atas dugaan pelanggaran kode etik. Proses pemeriksaan masih berjalan.

Menanggapi hal itu, Pendiri Rumah Hukum Tadulako, Hartono, menegaskan temuan terbaru ini memperkuat bukti yang telah diserahkan ke BK DPRD.

Menurut Hartono, laporan terhadap politisi Partai Hanura tersebut diajukan atas dugaan pelanggaran kode etik terkait relasi aktivitas Peti di Moutong melalui NW.

Hartono menilai temuan ini sangat relevan dengan pengakuan Plt Kepala Puskesmas Moutong dalam rapat bersama Komisi IV DPRD beberapa waktu lalu.

Saat itu, Kepala Puskesmas mengaku meminjam dana operasional ambulans kepada bos tambang, sambil mengarahkan pandangan dan berterima kasih kepada Selpina.

“Laporan saya ke BK terkait dugaan pelanggaran etik atas keterlibatan atau relasi di balik tambang ilegal anggota DPRD kini semakin kuat. Informasi terbaru menguatkan dugaan NW masih aktif menambang ilegal. Ini relevan dengan pengakuan Kepala Puskesmas Moutong dalam rapat tersebut,” tegas Hartono. (**)

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait