SIGI, KABAR SULTENG – PSI Peduli telah menyalurkan sebanyak 2.000 paket bantuan kepada warga yang tersebar di lima dusun di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, pasca gempa bumi magnitudo 6,7, pada Selasa (16/6/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Dr. Agus Lamakarate, bersama tim relawan PSI Peduli yang turun ke lokasi.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat agar distribusi berjalan merata dan tepat sasaran.
Baca juga: Longsor Pascagempa Sigi Tinggalkan Trauma, PSI Peduli Dampingi Warga Lembantongoa Bangkit
Paket bantuan itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih terdampak bencana.
Agus Lamakarate mengatakan, kehadiran PSI Peduli merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat gempa.
Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan logistik, tetapi juga dukungan moril agar warga tetap kuat menjalani proses pemulihan.
“Musibah adalah takdir yang tidak pernah kita harapkan, tetapi kita tidak boleh menyerah. Kami ingin seluruh warga tetap kuat, saling membantu, dan terus menatap masa depan dengan optimisme. Insya Allah, dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kondisi ini akan segera pulih,” kata Agus saat menyerahkan bantuan.
Selain menyalurkan paket bantuan, PSI Peduli juga membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan warga terdampak.
Keberadaan dapur umum menjadi salah satu layanan yang sangat membantu, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan yang masih bertahan di pengungsian maupun di sekitar kawasan terdampak.
Saat waktu makan tiba, puluhan anak terlihat berkumpul menikmati makanan yang disiapkan relawan. Suasana sederhana di lapangan pengungsian terasa lebih hangat ketika mereka makan bersama sambil bercengkerama.
PSI Peduli juga memberikan perhatian pada pemulihan psikologis anak-anak melalui kegiatan trauma healing yang dipandu Verawaty Pangkey.
Berbagai permainan dan aktivitas interaktif digelar untuk membantu mengurangi rasa takut serta trauma yang masih dirasakan sebagian anak setelah gempa.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias. Anak-anak tampak bersemangat mengikuti setiap permainan yang dipandu relawan. Tawa dan keceriaan yang kembali terdengar menjadi pemandangan yang menguatkan di tengah suasana pascabencana.
Menurut tim PSI Peduli, pemulihan psikologis anak-anak merupakan bagian penting dari penanganan pascabencana. Selain kebutuhan pangan dan logistik, anak-anak juga membutuhkan ruang yang aman dan menyenangkan agar dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa.
Warga Lembantongoa menyambut baik kehadiran relawan PSI Peduli. Mereka mengaku terbantu bukan hanya karena bantuan logistik yang diberikan, tetapi juga karena perhatian dan pendampingan yang membuat mereka merasa tidak sendiri menghadapi masa sulit.
Berbagai upaya yang dilakukan PSI Peduli diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan masyarakat terdampak gempa. Kolaborasi antara relawan, pemerintah, dan masyarakat menjadi modal penting agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan efektif.
Di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi, semangat gotong royong yang tumbuh di antara warga dan relawan menjadi kekuatan tersendiri. Bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kembali harapan untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan seperti sediakala.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





