Bupati Parimo jadi Penonton Saat Tetangga Pesta Prestasi di Kendari

Bupati Parimo jadi Penonton Saat Tetangga Pesta Prestasi di Kendari
Bupati Parigi Moutong (Parimo) Erwin Burase hanya bisa terpaku di kursi undangan. Dia hanya bisa menatap panggung megah Hotel Claro, Kendari, Jumat (29/5/2026) malam.

PARIMO, KABAR SULTENG – Bupati Parigi Moutong (Parimo) Erwin Burase hanya bisa terpaku di kursi undangan. Dia hanya bisa menatap panggung megah Hotel Claro, Kendari, Jumat (29/5/2026) malam.

Di sana, para kepala daerah se-Sulawesi bergantian naik, tersenyum lebar menerima trofi Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026.

Bacaan Lainnya

Erwin pulang dengan tangan hampa. Rilis Kominfo Parimo mengonfirmasi kabar pahit itu. Kabupaten Parimo absen total dari daftar penerima penghargaan. Baik di level kabupaten, kota, maupun provinsi.

Padahal, ajang besutan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kompas ini bukan sekadar seremoni.

Ini panggung validasi bagi daerah yang sukses menjinakkan angka pengangguran lewat program nyata.

Baca Juga: 35 Rumah Kemas Durian tak Berizin di Sulteng, 11 Ditemukan di Parimo

Tetangga dekat Parimo justru berpesta pora. Berdasarkan hasil penilaian, Kabupaten Sigi melesat sebagai Terbaik I dalam pengendalian inflasi regional Sulawesi.

Di sektor urban, Kota Palu memborong dua piala sekaligus. Terbaik II kategori creative financing dan Terbaik III pengendalian inflasi. Di pucuk pemerintahan, Provinsi Sulawesi Tengah mengunci gelar Terbaik II pengendalian inflasi.

Penilaian ajang ini terkenal dingin dan tanpa kompromi. Kemendagri menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai hakim tertinggi. Indikatornya tegas, yakni angka pengangguran, kemiskinan, stunting, hingga inflasi.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan sistem penilaian kini sengaja diubah berbasis regional agar kompetisi lebih adil.

“Kalau nasional, biasanya yang unggul daerah besar. Maka kita ubah berbasis regional,” ujar Tito dalam sambutannya.

Skema baru ini justru menelanjangi ketertinggalan Parimo di tengah kemajuan para tetangganya.

Menanggapi rapor merah ini, Erwin Burase mencoba diplomatis. Ia berdalih kehadirannya di Kendari adalah untuk berguru.

“Kami datang untuk melihat langsung capaian daerah lain dan menjadi bahan evaluasi bagi kami di Parimo,” katanya lewat rilis yang disebar Dinas Kominfo.

Erwin berjanji akan merombak strategi, terutama dalam memangkas angka pengangguran. “Kami akan terus dorong inovasi dan perbaikan program agar ke depan bisa ikut bersaing,” tutur dia.

Ajang ini sejatinya menjadi tamparan keras sekaligus alarm bagi Parimo untuk mendongkrak kinerja pelayanan publik.

Absennya Parimo di panggung penghargaan mengembalikan memori publik pada masa lalu. Salah satunya, pada 2018, kabupaten ini mentereng di panggung nasional.

Saat itu, Badrun Nggai menerima langsung SAKIP Award dari Kementerian PAN-RB atas keberhasilan menerapkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Kini, kejayaan delapan tahun silam itu seolah menguap, meninggalkan Parimo yang harus puas sekadar menjadi penonton kesuksesan daerah lain. (**)

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait