PARIMO, KABAR SULTENG – Sebanyak 10 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, siap memulai kegiatan usaha. Namun, target pemerintah daerah membangun sekitar 150 gerai pada 2026 belum tercapai karena terkendala kesiapan lahan.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Parimo, Fit Dewana, mengatakan 10 gerai tersebut merupakan bagian dari 20 gerai yang telah menyelesaikan pembangunan fisik. Sepuluh gerai itu kini bersiap memasuki tahap operasional.
“Dari 20 gerai yang telah selesai dibangun, 10 gerai menyatakan kesiapan memulai kegiatan usaha dalam waktu dekat,” kata Fit di Parigi, Senin, 12 Oktober 2026.
Baca juga: Empat Kecamatan di Parimo Jadi Sasaran PBL 163 Mahasiswa Kesehatan Untad
Sepuluh gerai tersebut tersebar di Desa Olobaru, Suliindah, Tindaki, Pangi, Laemanta, Donggulu, Katulistiwa, Singura, Wanagading, dan Pandelalap.
Menurut Fit, kesiapan operasional didukung proses verifikasi dan validasi oleh pemerintah. Sejumlah koperasi juga telah menerima bantuan kendaraan operasional untuk menunjang kegiatan usaha.
Adapun 10 gerai lainnya yang telah rampung dibangun masih menjalani verifikasi dan validasi. Gerai tersebut berada di Masari, Sumber Sari, Dolago, Siganti Barat, Silutung, Malalan, Sidoan, Tabolobolo, Tinombala Barat, dan Kota Nagaya.
KDKMP dirancang untuk memasarkan berbagai kebutuhan masyarakat. Komoditas yang dijual mencakup bahan pangan penting, elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram, pupuk, dan peralatan pertanian. Koperasi juga direncanakan menyediakan layanan apotek.
Fit mengatakan KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan kebutuhan sehari-hari. Koperasi juga berpeluang menjadi jalur pemasaran hasil pertanian lokal dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui skema tersebut, koperasi dapat menyerap hasil produksi petani setempat untuk dipasarkan melalui gerai. Pemerintah daerah berharap mekanisme ini memperluas akses pasar bagi petani dan pelaku UMKM, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
“Kehadiran KDKMP dapat memberikan dampak ekonomis kepada warga setempat karena ada proses penyerapan bahan pangan dari hasil produksi petani lokal, lalu tercipta lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat,” ujar Fit.
Meski demikian, pembangunan gerai KDKMP di Parimo masih terbatas. Dari total 283 desa dan kelurahan, baru 37 gerai yang sedang berproses. Sebanyak 20 gerai telah menyelesaikan pembangunan fisik 100 persen, sedangkan 17 gerai lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Parimo sebelumnya menargetkan sekitar 150 KDKMP memulai pembangunan fisik pada 2026. Namun, target tersebut belum tercapai akibat kendala kesiapan lahan.
Baca juga: Pemkab Parimo Terapkan Manajemen Talenta, Sekda: Jabatan PNS Bebas Intervensi Politik
Fit mengatakan pemerintah daerah bertanggung jawab melakukan pembinaan dan pengawasan agar kegiatan usaha koperasi berjalan sesuai tujuan program prioritas pemerintah pusat.
Dengan mulai beroperasinya 10 gerai, tantangan berikutnya adalah memastikan koperasi mampu menjalankan usaha secara berkelanjutan. Penyerapan produk petani lokal, pemasaran produk UMKM, dan penciptaan lapangan kerja menjadi sejumlah manfaat yang diharapkan muncul dari program tersebut.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





