Data Sementara, Tujuh Rumah di Parimo Rusak Akibat Gempa M6,7

Data Sementara, Tujuh Rumah di Parimo Rusak Akibat Gempa M6,7
Sejumlah rumah warga di Kabupaten Parigi Moutong dilaporkan rusak akibat gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7, pada Selasa (16/6/2026).

PARIMO, KABAR SULTENG – Sejumlah rumah warga di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dilaporkan rusak akibat gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7, pada Selasa (16/6/2026).

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer dengan getaran yang dirasakan kuat hingga ke Kota Palu, Parimo dan Kabupaten Sigi.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten Parimo mengonfirmasi bahwa situasi pasca gempa masih dinamis. Hingga rilis resmi dikeluarkan, BMKG telah mencatat sedikitnya 15 kali aktivitas gempa susulan (aftershock).

Baca juga: Gempa M6,7 Guncang Palu, Auditorium Untad Rusak hingga Jembatan Palu III Retak

Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) setempat saat ini masih melakukan asesmen di lapangan.

Data sementara menunjukkan kerusakan rumah warga terjadi di beberapa lokasi. Di Kecamatan Torue, kerusakan meliputi lima unit rumah di Desa Torue dan satu unit rumah di Desa Tolai. Sementara di Kecamatan Parigi Selatan, satu unit rumah dilaporkan rusak di Desa Boyantongo.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Parimo mengeluarkan imbauan resmi melalui siaran pers Nomor: 000.1/395/SEK yang ditandatangani langsung oleh Bupati Parimo, Erwin Burase.

Baca juga: Gempa Kuat M6,7 Goyang Palu, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Masyarakat diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya.

“Jangan panik, dan waspada terhadap peluang terjadinya gempa susulan. Periksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah,” ujar Erwin Burase dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/6/2026).

Bupati juga mengimbau warga untuk menjauhi bangunan yang retak, memastikan jalur evakuasi aman, serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas kebenarannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan korban jiwa.

Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan BPBD, serta segera melaporkan jika menemukan kerusakan atau korban jiwa di lingkungan sekitar.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait