42 Bangunan Rusak di Sigi Imbas Gempa Bumi Magnitudo 6,7

42 Bangunan Rusak di Sigi Imbas Gempa Bumi Magnitudo 6,7
Salah Satu Rumah Rusak di Sigi Imbas Gempa Bumi 6,7 Magnitudo. Foto: Istimewa

PALU, KABAR SULTENG – Sebanyak 42 bangunan di Sigi mengalami kerusakan imbas gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sigi dan sekitarnya, Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA.

Sesuai data sebagaimana rilis Polres Sigi hingga pukul 15.30 Wita, puluhan bangunan yang terdampak itu didominasi oleh hunian warga yakni 20 rumah rusak berat, 16 rumah rusak ringan, empat rumah ibadah rusak, dua fasilitas pendidikan serta infrastruktur seperti jalan dan jembatan di sejumlah lokasi turut terdampak.

Bacaan Lainnya

Kapolres Sigi, AKBP Kari Amsah Ritonga, Kasi Humas Polres Sigi Iptu Nuim Hayat menyampaikan bahwa Polres Sigi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, BPBD, TNI, dan instansi terkait bergerak cepat melakukan langkah-langkah penanganan darurat, pendataan kerusakan, serta pengamanan di lokasi terdampak guna memastikan keselamatan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi pasca gempa bumi.

“Data yang disampaikan saat ini masih bersifat sementara dan terus berkembang seiring proses pendataan di lapangan. Polres Sigi tetap berkoordinasi secara intensif dengan BPBD Kabupaten Sigi dan instansi terkait lainnya untuk memperoleh data yang akurat dan terkini mengenai dampak gempa,” ujar Iptu Nuim.

Berdasarkan informasi sementara tersebut, Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan karena berada relatif dekat dengan pusat gempa yang berada di wilayah Parigi Moutong.

Di Kecamatan Palolo, sedikitnya 15 rumah mengalami rusak berat dan 12 rumah mengalami rusak ringan. Selain itu, satu rumah ibadah mengalami kerusakan pada bagian bangunan. Kerusakan juga terjadi pada sejumlah ruas jalan lingkungan yang mengalami retakan, sementara akses menuju beberapa wilayah sempat terganggu akibat pohon tumbang yang menutup badan jalan.

Sementara itu, di Kecamatan Nokilalaki, kerusakan meliputi lima rumah warga, tiga rumah ibadah, serta satu fasilitas pendidikan. Selain kerusakan bangunan, gempa juga mengakibatkan putusnya akses jalan penghubung antarwilayah dan kerusakan pada sejumlah jembatan yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat. Seorang warga dilaporkan mengalami luka akibat tertimpa material bangunan dan telah mendapatkan penanganan medis.

Baca juga: UPDATE Gempa M6,7 di Sulteng, Delapan Warga Sigi Terluka

Selain Palolo dan Nokilalaki, dampak gempa juga dirasakan di sejumlah kecamatan lain, di antaranya Sigi Kota, Sigi Biromaru, Gumbasa, Dolo, dan Dolo Barat. Kerusakan yang terjadi meliputi rumah warga, bangunan pemerintah, fasilitas umum, serta infrastruktur pendukung lainnya dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

“Hingga saat ini belum terdapat laporan korban jiwa. Namun, sejumlah warga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas maupun rumah sakit. Sementara itu, sebagian warga masih memilih bertahan di area terbuka karena khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan dan potensi runtuhan bangunan yang mengalami kerusakan,” ujar Nuim.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, sebanyak 48 personel Brimob Polda Sulawesi Tengah juga disiagakan untuk memperkuat penanganan pascagempa dan membantu proses evakuasi maupun pelayanan kepada masyarakat yang terdampak.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga diminta mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh BMKG, pemerintah daerah, maupun instansi terkait, serta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.

Hingga saat ini, situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Sigi terpantau aman dan kondusif. Aparat gabungan bersama pemerintah daerah tetap bersiaga untuk memberikan pelayanan, bantuan, dan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak gempa. (*/Rbt)

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait