BATAM, – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat investasi daerah serta memberdayakan pelaku usaha nasional.
Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk memperluas akses pembiayaan dan memperkuat peran UMKM di Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Penandatanganan MoU berlangsung dalam rangkaian Batam Investment Gala: Economic Transformation Through Investment yang digelar di Batam, Kamis (29/1).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya, serta Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya.
Melalui kolaborasi tersebut, BRI menandatangani MoU Pemanfaatan Produk dan Layanan Perbankan dengan BP Batam untuk mendukung kebutuhan transaksi dan pembiayaan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.
Selain itu, BRI juga menandatangani MoU bersama Kementerian UMKM dan BP Batam terkait perluasan akses permodalan dan investasi bagi UMKM, sebagai langkah konkret mempercepat realisasi investasi sekaligus memperkuat peran UMKM dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Batam sendiri memiliki keunggulan strategis sebagai kawasan industri manufaktur berbasis ekspor, ditopang letak geografis yang berdekatan dengan Singapura serta berada di jalur perdagangan global.
Seiring meningkatnya investasi dan pembangunan infrastruktur, sektor logistik, perdagangan, dan jasa di Batam terus menunjukkan pertumbuhan yang solid. Status kawasan perdagangan bebas menjadikan Batam berperan penting dalam meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat regional maupun global.
Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memperkuat ekosistem investasi serta meningkatkan kontribusi UMKM sebagai penggerak utama perekonomian daerah.
“Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan, BRI berkomitmen membangun konektivitas investasi yang utuh, mulai dari masuknya Foreign Direct Investment (FDI), penguatan kawasan industri, hingga pemberdayaan UMKM sebagai bagian integral rantai nilai ekonomi. UMKM kami pandang bukan hanya sebagai penerima pembiayaan, tetapi sebagai mitra strategis dalam ekosistem investasi yang berkelanjutan dan berdaya saing,” ujar Riko.
Untuk mendukung kebutuhan investor dan pelaku usaha, BRI mengusung pendekatan BRI One Solution yang menyediakan layanan perbankan terintegrasi, mulai dari pembiayaan, pengelolaan transaksi, hingga pendampingan usaha.
Pendekatan ini diperkuat oleh kehadiran BRI QLola, platform digital komprehensif sebagai one-stop corporate digital ecosystem yang mendukung pengelolaan arus kas, transaksi, dan likuiditas secara efisien dan aman.
BRI QLola menghadirkan beragam fitur seperti cash and liquidity management, collection (BRIVA, auto debit, receivable management), pembayaran domestik dan internasional, payroll, pajak, treasury, hingga layanan trade finance.
Pendekatan terintegrasi tersebut juga didukung berbagai inisiatif pemberdayaan berbasis komunitas. Hingga 2025, BRI telah mengembangkan lebih dari 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah sebagai wadah penguatan kapasitas, kolaborasi, dan pengembangan usaha lokal.
Selain itu, BRI menghadirkan LinkUMKM, platform digital yang menghubungkan UMKM dengan pasar, mitra usaha, dan akses layanan keuangan. Hingga kini, 14,98 juta UMKM telah memanfaatkan LinkUMKM untuk memperluas jangkauan usaha dan mempercepat proses naik kelas.
Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengungkapkan realisasi investasi nasional sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, atau 101,3% dari target Presiden sebesar Rp1.905,6 triliun.
Kontribusi BP Batam tercatat signifikan dengan realisasi investasi Rp69,3 triliun, melampaui target Rp60 triliun atau 15,5% di atas sasaran.
“Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan mencerminkan kepercayaan pengusaha dalam negeri maupun luar negeri. Investasi bersifat strategis sehingga kami terus menjemput bola agar realisasi investasi dapat segera terlaksana,” tegas Todotua.
Atas kontribusi tersebut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menganugerahkan 9 Investment Awards kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha.
BP Batam menerima sejumlah penghargaan, di antaranya Anugerah Capaian Realisasi Investasi Melampaui Target 2025 dan Anugerah Pengembangan Iklim Investasi 2025, bersama kategori penghargaan lainnya bagi pelaku usaha.
Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menambahkan bahwa kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini diharapkan mampu memberikan dukungan menyeluruh bagi UMKM di KPBPB Batam.
Dukungan tersebut mencakup perluasan akses permodalan, pendampingan ekspor, peningkatan kapasitas usaha, serta integrasi UMKM ke dalam rantai pasok kegiatan investasi.
Sebagai langkah awal atau pilot project, Kementerian UMKM melalui program ACCES (Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises) akan melakukan pendampingan akses pembiayaan serta pelatihan peningkatan kapasitas usaha bagi UMKM di KPBPB Batam dalam waktu dekat.
Melalui kolaborasi strategis ini, BRI bersama BP Batam, BKPM, dan Kementerian UMKM optimistis mampu menciptakan ekosistem investasi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





