BRI Jangkau 5.245 Desa BRILiaN, Dorong Ekonomi Desa Berkelanjutan

BRI Jangkau 5.245 Desa BRILiaN, Dorong Ekonomi Desa Berkelanjutan
Hingga akhir 2025, program Desa BRILiaN yang diinisiasi BRI telah menjangkau 5.245 desa di seluruh Indonesia, mencerminkan komitmen nyata BRI dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis desa.

JAKARTA, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat peran desa sebagai motor penggerak ekonomi nasional melalui program pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Hingga akhir 2025, program Desa BRILiaN yang diinisiasi BRI telah menjangkau 5.245 desa di seluruh Indonesia, mencerminkan komitmen nyata BRI dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis desa.

Bacaan Lainnya

Sejak diluncurkan pada 2020, Desa BRILiaN dirancang untuk mengoptimalkan potensi desa dengan pendekatan yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Program ini dijalankan melalui empat pilar utama pemberdayaan, yaitu penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan/atau koperasi desa, digitalisasi, keberlanjutan (sustainability), serta inovasi.

Melalui pendekatan tersebut, Desa BRILiaN berkembang menjadi salah satu strategi utama BRI dalam menggali potensi ekonomi lokal sekaligus menciptakan model pengembangan desa yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Program ini tidak hanya mendorong peningkatan kapasitas ekonomi desa, tetapi juga memperkuat tata kelola, kolaborasi, dan daya saing masyarakat desa.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa pemberdayaan Desa BRILiaN merupakan wujud komitmen BRI dalam membangun ekonomi yang lebih merata dan berkeadilan.

Program ini dirancang untuk melahirkan role model pengembangan desa melalui praktik kepemimpinan desa yang unggul serta penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

“Program Desa BRILiaN menjadi salah satu instrumen strategis BRI dalam memperluas dampak pembangunan desa. Melalui berbagai inisiatif pemberdayaan, BRI mendorong desa agar mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Akhmad.

Ia juga menegaskan bahwa inisiatif Desa BRILiaN sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya Asta Cita ke-6 yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah sebagai strategi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Selain Desa BRILiaN, BRI memperkuat pemberdayaan ekonomi desa melalui berbagai program berbasis komunitas yang saling terintegrasi.

Hingga 2025, BRI telah mengembangkan lebih dari 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah sebagai wadah penguatan kapasitas, kolaborasi, dan pengembangan usaha di tingkat lokal.

BRI juga menghadirkan LinkUMKM, sebuah platform digital yang menghubungkan pelaku UMKM dengan pasar, mitra usaha, serta akses layanan keuangan. Hingga kini, sebanyak 14,98 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan platform tersebut untuk memperluas jangkauan usaha dan mempercepat proses naik kelas.

Penguatan ekosistem UMKM turut dilengkapi melalui pembinaan 54 Rumah BUMN di berbagai daerah serta penyelenggaraan 18.218 pelatihan yang mencakup peningkatan kapasitas usaha, literasi keuangan, dan pemanfaatan teknologi digital.

Penguatan desa merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“BRI berkomitmen untuk terus menjadi jembatan antara desa dan ekonomi modern, memastikan masyarakat desa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam pembangunan ekonomi,” pungkas Akhmad Purwakajaya.

Pos terkait