Lewat Modal KUR BRI, Angkringan Moses Bangkit Usai Pemiliknya Kena PHK

Lewat Modal KUR BRI, Angkringan Moses Bangkit Usai Pemiliknya Kena PHK
Ketekunan dan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI menjadi titik balik bagi Heddy Pamungkas, warga Karang Kebon Utara, Semarang, untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi.

KABAR SULTENG – Ketekunan dan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI menjadi titik balik bagi Heddy Pamungkas, warga Karang Kebon Utara, Semarang, untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi.

Kehilangan pekerjaan tidak membuatnya menyerah. Ia justru memilih membuka usaha kuliner sederhana yang kini dikenal dengan nama Angkringan Moses.

Bacaan Lainnya

Heddy melihat usaha angkringan memiliki prospek jangka panjang karena peminatnya yang luas. Meski demikian, ia menyadari bahwa usaha tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama karena berjualan di pinggir jalan raya.

“Waktu itu usaha angkringan memang sedang ramai. Menurut saya cocok untuk jangka panjang, meski tantangannya juga ada. Kalau hujan, penjualan pasti terdampak. Kadang juga ada orang-orang yang mengganggu,” ujar Heddy.

Baca juga: BRI dan Kemenpora Perkuat Literasi Keuangan Atlet SEA Games 2025

Dari sisi pelanggan, kondisi penjualan tidak selalu stabil. Ramainya lalu lintas kendaraan tidak selalu sejalan dengan jumlah pembeli.

Namun, lokasi angkringan yang berada dekat hotel justru membuka peluang baru. Angkringan Moses mulai menarik perhatian tamu hotel, tidak hanya pembeli yang sekadar melintas.

“Pelanggan baru selalu ada. Tapi jualan memang tidak bisa dipastikan setiap hari. Alhamdulillah, sejauh ini penjualan masih berjalan lancar meskipun kadang ada penurunan,” tambahnya.

Seiring perkembangan usaha, kebutuhan modal pun semakin meningkat. Atas saran tetangga, Heddy memberanikan diri mengajukan KUR BRI. Proses pengajuan yang cepat dan tanpa jaminan tambahan membuatnya semakin yakin.

“Saya tahu KUR BRI dari tetangga. Prosesnya cepat sekali. Malam saya ajukan, langsung disurvei. Besoknya saya ke kantor BRI, tanda tangan, dan dana langsung cair,” ungkapnya.

Melalui KUR BRI, Heddy memperoleh pembiayaan sebesar Rp15 juta. Seluruh dana tersebut ia manfaatkan untuk mengembangkan usaha Angkringan Moses, mulai dari pengadaan kerupuk, penambahan meja, hingga mengganti peralatan lama yang sudah tidak layak pakai.

Dampak pembiayaan KUR BRI pun langsung terasa. Tampilan angkringan menjadi lebih rapi, gerobak terlihat lebih menarik, serta peralatan baru meningkatkan kenyamanan pelanggan, khususnya tamu hotel yang melintas di lokasi usahanya.

Bagi Heddy, KUR BRI bukan sekadar tambahan modal, melainkan penyelamat usaha kecil yang sedang dirintis. Ia pun aktif merekomendasikan program ini kepada rekan-rekannya sesama pelaku UMKM.

“KUR ini sangat membantu pedagang kecil seperti saya. Tanpa jaminan, prosesnya cepat dan tidak berbelit. Banyak teman saya awalnya ragu, tapi saya jelaskan bahwa KUR BRI itu bagus dan benar-benar membantu,” tuturnya.

Sementara itu, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa kemudahan akses pembiayaan melalui KUR BRI memberikan peluang besar bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas usaha, membuka lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian daerah.

“BRI berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah, khususnya di sektor produktif. Kisah pelaku usaha angkringan ini menjadi bukti nyata peran KUR dalam mendorong perekonomian masyarakat dan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya,” pungkas Dhanny.(Adv)

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait