KABAR SULTENG – Jasa Raharja di EASTS 2025 menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung peningkatan keselamatan transportasi publik dengan berpartisipasi pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Strategi Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum Menuju Transportasi Berkeselamatan.
Acara ini menjadi salah satu side event dari East Asia Society for Transportation and Studies (EASTS) Conference ke-16 yang berlangsung di Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
FGD tersebut diselenggarakan oleh Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) dan menghadirkan lima narasumber dari kalangan pemerintah, praktisi, hingga pelaku usaha transportasi.
Salah satu narasumber utama, Plt Direktur Utama Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, membawakan paparan bertema Sosialisasi Program Keselamatan Nasional dalam Rangka Mendukung Tercapainya Transportasi Berkeselamatan.
Baca Juga: Pembinaan Jasa Raharja Sulteng Tekankan Integritas dan Kepatuhan Karyawan
FGD ini dimoderatori oleh Aditya Dwi Laksana, Ketua Forum Transportasi Jalan dan Perkeretaapian – MTI.
Dalam paparannya, Dewi menegaskan bahwa Jasa Raharja tidak hanya berperan memberikan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas, sesuai mandat utamanya, tetapi juga aktif mendukung keselamatan transportasi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pencegahan kecelakaan berbasis data yang terintegrasi dengan pemangku kepentingan lintas sektor.
“Jasa Raharja tidak hanya hadir setelah kecelakaan terjadi, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pencegahan. Salah satunya melalui intensifikasi Forum Keselamatan Lalu Lintas yang melibatkan berbagai stakeholder sesuai dengan 5 Pilar RUNK LLAJ. Semua ini dilakukan agar transportasi publik di Indonesia semakin aman dan berkeselamatan,” ujar Dewi.
Lebih lanjut, Dewi menjelaskan bahwa Jasa Raharja menjalankan action plan keselamatan transportasi angkutan umum, khususnya bus dan truk. Program tersebut berfokus pada tiga hal penting.
Pertama, penelitian dan evaluasi mendalam.
Kedua, peningkatan kelayakan pengemudi dan awak angkutan umum.
Ketiga, peningkatan kelayakan armada angkutan umum.
Upaya tersebut terbukti efektif dengan capaian penurunan jumlah korban kecelakaan bus dan truk sebesar 33,34 persen serta penurunan nilai santunan sebesar 27,55 persen hingga Juli 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
FGD dalam rangkaian Jasa Raharja di EASTS 2025 menjadi forum penting yang mempertemukan regulator, operator, serta pengguna jasa transportasi.
Melalui forum ini, diharapkan lahir solusi konkret dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK-PAU) yang efisien, efektif, serta mampu meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.
“Keselamatan transportasi publik adalah tanggung jawab bersama. Jasa Raharja siap mendukung berbagai inisiatif dan kebijakan stakeholder untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih selamat dan berkelanjutan,” tegas Dewi.
Keikutsertaan Jasa Raharja di EASTS 2025 membuktikan konsistensi perusahaan dalam mengedepankan keselamatan transportasi nasional.
Dukungan ini juga mencerminkan semangat kolaborasi Jasa Raharja bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan transportasi publik yang aman, berkeselamatan, dan berkelanjutan bagi masyarakat. ***





