PALU, KABAR SULTENG – Festival Film Tengah (FFT) akan digelar dalam empat hari ke depan, tepatnya pada 6–10 Agustus 2025 di Museum Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu.
Ajang ini menjadi ruang kolektif untuk merayakan film sebagai praktik seni, medium refleksi, sekaligus bagian dari budaya kontemporer di Sulawesi Tengah.
Yayasan Sinema Mandiri Sinekoci Palu sebagai penyelenggara membuka Festival Film Tengah untuk umum dan gratis.
Direktur Festival Film Tengah, Ifdal, menyampaikan bahwa festival ini bukan hanya sekadar ajang pemutaran film, tetapi juga hadir sebagai ruang artistik dan dialog budaya.
“Festival ini adalah ruang membaca film sebagai pengalaman artistik sekaligus merespons dinamika perfilman di Sulawesi Tengah. Kami percaya film bukan sekadar karya, melainkan praktik budaya, ekspresi artistik, dan cara memahami dinamika sosial,” ujar Ifdal dalam konferensi pers pada Sabtu (2/8/2025).
Pendaftaran film Festival Film Tengah 2025 telah dibuka sejak 1 Mei hingga 30 Juni 2025, dan diperpanjang hingga Juli untuk kategori kompetisi pelajar.
Dari proses penjaringan karya tersebut, panitia menerima 197 film yang berasal dari tujuh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, 35 kabupaten/kota dari berbagai wilayah di Indonesia, dan tujuh negara internasional.
Setelah proses kurasi, sebanyak 47 film terpilih akan ditayangkan selama festival berlangsung.
Direktur Artistik FFT, Taufik, menjelaskan bahwa Festival Film Tengah tidak membatasi film hanya pada bentuk naratif konvensional.
Festival ini menayangkan karya-karya dari berbagai gaya audiovisual, seperti film eksperimental, dokumenter, video art, sound-only film, bahkan karya berbasis game dan animasi.
Taufik juga menambahkan bahwa festival tahun ini akan menghadirkan program “Expand Cinema”, sebuah presentasi seni pertunjukan yang memperluas batas sinema ke wilayah eksperimental dan performatif.
Baca Juga: Bank BNI Cabang Palu Diduga Cairkan Kredit Rp1,25 Miliar Tanpa Sepengetahuan Debitur
Sementara itu, Sarah, manajemen Festival Film Tengah, menyampaikan bahwa pelajar dan mahasiswa di Sulawesi Tengah memiliki karakteristik lintas disiplin dalam berkarya.
“Filmmaker Sulawesi Tengah tidak memiliki sekat ketat antara fiksi, dokumenter, atau seni. Mereka sangat lintas disiplin. Festival Film Tengah hadir dengan semangat itu, agar pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum memiliki ruang untuk menonton film dan berdiskusi bersama,” tutur Sarah.
Festival Film Tengah 2025 menghadirkan dua kategori kompetisi, yakni kompetisi umum dan kompetisi pelajar.
Dari hasil seleksi, 38 film masuk kategori kompetisi umum dan 14 film dalam kategori pelajar.
Setelah proses kurasi, enam film dari kompetisi umum dan empat film dari kompetisi pelajar akan berkompetisi dan dinilai oleh tiga dewan juri dari luar Sulawesi Tengah, yaitu:
- Lulu Ratna – Peneliti dan penggiat festival film nasional.
- Khozy Rizal – Sutradara asal Makassar yang dikenal secara internasional.
- Manshur Zikri – Seniman dan kurator lintas disiplin dari Forum Lenteng.
Festival Film Tengah 2025 diharapkan menjadi ruang penting bagi pengembangan perfilman dan seni visual di Sulawesi Tengah, serta memperkuat jejaring sineas lokal dengan komunitas film nasional dan internasional. ***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





